SUMATERA SELATAN — Kobaran api yang cepat membesar membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah. Pemilik warung sekaligus korban, Badriah, menuturkan dirinya terbangun setelah mendengar teriakan kebakaran dari luar.
"Saya lagi tidur, dengar teriakan kebakaran, terus saya langsung bangun, bangunin suami juga, karena saya dengar bunyi gitu," ujar Badriah di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurut Badriah, api sulit dikendalikan karena material mudah terbakar di dalam warung, termasuk bensin eceran yang dijual di salah satu kelontong. Warga sempat berupaya memadamkan dengan alat seadanya sebelum petugas tiba.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur mengerahkan 14 unit mobil pemadam dan 70 personel ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung dari pukul 03.44 WIB hingga 05.32 WIB.
Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Abdul Wahid mengonfirmasi tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden tersebut. "Kerugian diperkirakan sekira Rp 200 juta. Penyebabnya diduga karena korsleting listrik," tutur Abdul.
Berdasarkan keterangan sementara dari korban, api pertama kali muncul dari salah satu warung kelontong yang berada di sebelah bangunan rumah. Korsleting listrik disebut menjadi pemicu utama kebakaran.
Kondisi diperparah dengan keberadaan bensin eceran di dalam warung yang membuat api cepat menjalar. "Terus, kita langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran," jelas Badriah.
Petugas berhasil melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya. Delapan kepala keluarga dengan total 18 jiwa dipastikan selamat dari peristiwa ini.