JAKARTA — Harga telur ayam ras di tingkat peternak mengalami tekanan akibat melimpahnya pasokan di tengah permintaan yang stagnan. Kondisi ini mendorong Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) untuk meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperbesar serapan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan data yang dihimpun dari hasil pemantauan di Pasar Palmerah, Jakarta, harga telur ayam ras tercatat di angka Rp27 ribu per kilogram. Angka ini lebih rendah dari HET yang ditetapkan sebesar Rp30 ribu per kg. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah harga di tingkat peternak yang disebut-sebut Zulhas sudah turun hingga sekitar Rp20 ribu per kg.
“Pasokannya banyak, permintaannya sedikit,” ujar Zulhas saat meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (13/5). Penurunan ini dinilai cukup tajam jika dibandingkan harga normal peternak yang berkisar di angka Rp23 ribu per kg.
Untuk menstabilkan harga, pemerintah tidak ingin semata-mata mengandalkan mekanisme pasar. Zulhas meminta BGN untuk mengalokasikan konsumsi telur dalam menu MBG sebanyak dua hari dalam satu pekan. Ia menghitung, jika program nasional ini berjalan, potensi serapannya sangat besar.
“Karena kalau BGN dua hari saja pakai telur, itu berarti 48 juta (telur) satu kali belanja itu,” kata Zulhas. Ia meyakini langkah ini bisa langsung berdampak pada keseimbangan pasokan dan permintaan dalam waktu cepat. “Kalau seminggu ini dua (hari menggunakan telur), minggu depan sudah stabil,” tegasnya.
Langkah intervensi ini dinilai krusial untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat. Zulhas menegaskan bahwa kebijakan HET sejatinya bertujuan melindungi konsumen dari harga mahal, namun tanpa membuat produsen merugi.
“HET itu konsumen enggak terlalu berat, tapi peternaknya enggak tutup. Kalau terlalu murah peternaknya tutup,” ucapnya. Dengan masuknya MBG sebagai off-taker besar, pemerintah berharap harga telur bisa kembali ke level ideal yang menguntungkan semua pihak.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan pada 12 Mei 2026, harga rata-rata nasional telur ayam ras tercatat Rp28.354 per kg. Angka ini turun 0,18 persen dibanding hari sebelumnya. Program MBG sendiri sebelumnya telah dicanangkan sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat konsumsi pangan domestik sekaligus menyerap hasil produksi peternakan dan pertanian dalam negeri.