BANYUASIN — Jalan Prupitan, akses utama warga Desa Sungai Kedukan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dalam kondisi memprihatinkan. Jalan berlubang dan rusak parah itu menjadi keluhan utama warga yang setiap hari melintas untuk beraktivitas.
Jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan permukiman warga dengan Kantor Kepala Desa, SMP Negeri 4 Rambutan, SD Negeri 6 Rambutan, serta Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bawakabung. Kondisi rusak membuat perjalanan warga menjadi lebih sulit dan berbahaya.
Anton, warga sekitar, mengaku kesulitan setiap kali hendak beraktivitas. Ia harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan yang berlubang. “Sulit sekali kalau mau beraktivitas. Dengan kondisi jalan yang berlubang terkadang kita harus berhati-hati kalau jalan,” ungkapnya, Selasa (12/05).
Keluhan serupa disampaikan Wati, warga Desa Sungai Kedukan. Ia menekankan pentingnya perbaikan jalan tersebut karena menjadi akses utama menuju pusat pendidikan. “Kami berharap jalan Prupitan ini dapat segera diperbaiki oleh bapak Bupati. Karena akses jalan ini penting bagi kami,” ujarnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Banyuasin, khususnya Bupati H. Askolani, segera memperhatikan kondisi infrastruktur di desa mereka. Selama ini, Jalan Prupitan belum pernah mendapat perbaikan berarti meski kondisinya terus memburuk.
Jalan rusak tidak hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak yang harus menempuh perjalanan ke sekolah. Warga berharap ada tindakan nyata dari pemkab sebelum kondisi semakin parah dan menimbulkan korban.