PALEMBANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di 13 wilayah Sumatera Selatan. Meski saat ini sudah memasuki masa peralihan dari musim hujan ke kemarau, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi.
BMKG mencatat peningkatan intensitas hujan yang dapat disertai kilat dan angin kencang dalam durasi singkat. Pada siang hingga sore hari, sembilan daerah berpeluang mengalami cuaca ekstrem: Banyuasin, Empat Lawang, Pagar Alam, Palembang, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin (Muba), Musi Rawas Utara (Muratara), dan Ogan Komering Ilir (OI).
Memasuki malam hari, hujan berpotensi mengguyur Banyuasin, Lubuk Linggau, Muara Enim, Muba, Mura, Ogan Ilir, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Cuaca di Sumsel pada pagi hari umumnya cerah berawan hingga berawan tebal. Kota Palembang diperkirakan berawan pada pagi hingga siang, lalu berpotensi hujan ringan pada sore hari. Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Prabumulih, Lahat, dan Muara Enim.
Sementara itu, Lubuk Linggau diprediksi berkabut pada pagi hari, dan Pagar Alam mengalami udara kabur di waktu yang sama. Beberapa wilayah lain seperti Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan PALI diprediksi tetap mengalami hujan ringan pada sore hari.
Suhu udara di Sumatera Selatan berkisar antara 14 hingga 32 derajat Celcius. Kelembapan udara tercatat mencapai 100 persen di seluruh kabupaten dan kota. Kecepatan angin berada di kisaran 8 hingga 19 kilometer per jam yang bertiup dari berbagai arah.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan deras dan petir. Imbauan ini terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan serta pengguna transportasi darat dan laut. Nelayan dan pengguna jasa pelayaran di perairan timur Sumsel juga diminta mengantisipasi perubahan cuaca yang cepat.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BMKG melalui website bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial @infocuacasumsel.