Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza memimpin delegasi dalam pertemuan dengan pejabat DOE, termasuk Deputy Assistant Secretary for Asia and the Americas Elizabeth Urbanas dan Deputy Assistant Secretary for International Cooperation Aleshia Duncan. Diskusi mencakup pengembangan teknologi minyak dan gas bumi (migas), termasuk potensi migas non konvensional.
“Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan konsumsi energi tercepat di kawasan Asia Pasifik, sehingga membutuhkan pasokan energi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan,” ujar Oki dalam pernyataan resmi, Selasa (18/3).
Indonesia menghadapi tantangan peningkatan konsumsi energi yang signifikan. Pertamina menilai Amerika Serikat sebagai mitra strategis untuk mendukung ketahanan energi nasional. Pertemuan di Washington itu menjadi ajang penjajakan kolaborasi di sektor hulu migas dan perdagangan energi.
Oki menambahkan, “Pertamina terus memperkuat kemitraan strategis dengan Amerika Serikat untuk mendukung keamanan pasokan energi, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sektor energi nasional.”
Selain Oki, hadir pula Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita. Dari pihak DOE, turut hadir Director of Asian Affairs Margaux Murali. Diskusi tidak hanya membahas pasokan energi konvensional, tetapi juga peluang kerja sama di bidang migas non konvensional yang selama ini belum tergarap maksimal di Indonesia.
Kerja sama ini diharapkan memperkuat hubungan bilateral Indonesia-AS di sektor energi, sekaligus menjawab kebutuhan pasar domestik yang terus bertumbuh. Pertamina sendiri tengah gencar mencari mitra teknologi untuk meningkatkan produksi dan efisiensi di tengah tekanan transisi energi global.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Pertamina serius memperluas akses pasokan dan adopsi teknologi mutakhir dari Negeri Paman Sam. Bagi publik, dampaknya bisa dirasakan dalam bentuk pasokan BBM dan LPG yang lebih stabil ke depan.