PALEMBANG — Puluhan perwakilan pemerintah kecamatan dan aparat keamanan dari jalur pipa minyak bumi berkumpul dalam forum group discussion yang digelar SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Palembang, Kamis (20/8). Forum ini menghadirkan 13 camat yang wilayahnya dilintasi pipa penyalur, mulai dari Muara Lakitan, Talang Ubi, hingga Plaju.
Hadir pula perwakilan Polsek dan Koramil dari masing-masing kecamatan tersebut, termasuk Kepala Subdit Waster Ditpamobvit Polda Sumsel AKBP Ali Sadikin. Dari sisi pengelola, hadir Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Kurnia Ariwijayanti, Manager Stakeholder Relation Management PHR Zona 4 Frans Alexander A. Hukom, serta Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Indonesia Hirmawan Eko Prabowo.
Dua Materi Utama: Tata Kelola Hulu Migas dan Gangguan Operasi
Dalam pertemuan tersebut, peserta menerima dua paparan utama. Febryan, Koordinator Operasi SKK Migas Sumbagsel, menyampaikan materi tentang tata kelola hulu migas dan gangguan operasi pada jalur pipa penyalur minyak bumi. Sementara AKBP Ali Sadikin memaparkan soal gangguan terhadap operasi hulu migas yang dapat mengakibatkan kerugian negara.
Studi kasus dan diskusi interaktif turut mewarnai jalannya forum. Peserta diajak terlibat aktif membahas berbagai isu dan tantangan yang muncul di lapangan.
Sinergi untuk Ketahanan Energi Nasional
Kurnia Ariwijayanti menyampaikan apresiasinya kepada Medco E&P dan PHR Zona 4 atas terselenggaranya forum ini. Ia menegaskan bahwa operasional hulu migas di lapangan merupakan bagian penting dalam mendukung ketahanan energi nasional.
"Kami berharap melalui forum ini, berbagai isu, tantangan maupun potensi yang ada di lapangan dapat dibahas secara konstruktif sehingga menghasilkan solusi yang tepat dan dapat diterima oleh semua pihak," ujar Kurnia.
Ia menambahkan, forum ini juga menjadi sarana efektif untuk memperkuat kolaborasi dan mempererat hubungan antar pemangku kepentingan demi mendukung keberlanjutan operasi hulu migas.
Jalur Pipa yang Membentang Lintas Kecamatan
Pertemuan ini menjadi penting karena jalur pipa minyak bumi yang dikelola PHR Zona 4 dan Medco E&P membentang melintasi banyak kecamatan. Wilayah operasi tersebut mencakup area kerja Pertamina EP Pendopo Field, Adera Field, dan Prabumulih Field yang tersebar di Kabupaten Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, Muara Enim, hingga Palembang.
Keterlibatan aparat keamanan dari tingkat Polsek dan Koramil dalam forum ini menunjukkan perlunya pengawasan bersama terhadap infrastruktur vital tersebut. Gangguan pada jalur pipa tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi.