Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, berhasil dipadamkan total. Tim gabungan BPBD OKU Selatan dan Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan dua unit mobil suplai air untuk menjinakkan api yang melalap lahan seluas seperempat hektare.
MUARADUA — Kebakaran hutan dan lahan di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, akhirnya padam total. Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan warga setempat berhasil mengendalikan api setelah berjibaku selama lebih dari dua jam.
Kepala BPBD OKU Selatan, Indra Gunawan, mengatakan api mulai terpantau pada Kamis (20/8) sekitar pukul 23.00 WIB melalui aplikasi SiPongi. Titik koordinat lokasi kebakaran tercatat di 4.547382°S 103.935387°E, kawasan yang didominasi semak belukar di lahan mineral.
Dugaan Pemicu: Puntung Rokok di Musim Kemarau
Indra menduga kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang dibuang warga sembarangan. Lahan kering yang mudah terbakar saat musim kemarau panjang membuat api cepat menjalar.
"Lahan yang terbakar seluas 1/4 hektare," katanya saat dihubungi dari Palembang, Jumat.
Dua Mobil Suplai Air Dikerahkan, Pendinginan Masih Berlangsung
Proses pemadaman dilakukan dengan mengerahkan dua unit mobil suplai air berkapasitas masing-masing 4.000 liter. Air disemprotkan langsung ke titik kobaran api hingga api benar-benar padam.
"Api berhasil dipadamkan dini hari tadi sekitar pukul 01.23 WIB. Saat ini petugas kami masih di lapangan untuk melakukan pendinginan di lokasi guna mencegah munculnya kembali titik api yang dapat memicu karhutla," ungkapnya.
Imbauan untuk Warga: Jangan Bakar Lahan
Menyusul kejadian ini, BPBD OKU Selatan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Praktik tersebut dinilai berisiko memicu titik api baru yang meluas.
"Masyarakat juga diminta jangan membuang puntung rokok di lahan kering yang mudah terbakar saat musim kemarau panjang," ujar Indra.
Karhutla di wilayah Sumatera Selatan kerap terjadi pada puncak musim kemarau. Pemerintah kabupaten pun terus menggencarkan patroli dan sosialisasi pencegahan kebakaran lahan di sejumlah kecamatan rawan.