PALEMBANG — BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Selatan akan diselimuti awan pada Kamis (13/8/2026). Namun, potensi udara kabur perlu diwaspadai warga di Palembang, Prabumulih, dan Ogan Komering Ilir (OKI) yang dapat mengganggu jarak pandang, terutama bagi pengendara di pagi hari.
Informasi ini berdasarkan data prakiraan cuaca yang dirilis melalui laman resmi bmkg.go.id. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Wilayah Berawan: Suhu Capai 34 Derajat Celsius
Untuk kategori cuaca berawan, BMKG memprakirakan kondisi ini terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Suhu udara di wilayah tersebut diprediksi berada di kisaran 23–34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan antara 37 hingga 89 persen.
Kondisi berawan juga diprakirakan menyelimuti sebagian besar wilayah lain di Sumsel, memberikan sedikit naungan dari terik matahari di siang hari. Fluktuasi suhu yang cukup lebar antara pagi dan siang hari perlu diantisipasi, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Udara Kabur di OKI: Kelembapan Mencapai 93 Persen
Berbeda dengan OKU, wilayah Ogan Komering Ilir justru diprakirakan mengalami kondisi udara kabur. Suhu di OKI diperkirakan berkisar 23–33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang lebih tinggi, yakni antara 46 hingga 93 persen.
Tingginya kelembapan ini menjadi salah satu pemicu terbentuknya kabut, terutama pada pagi hari. Pengendara yang melintasi jalur-jalur utama di OKI, seperti menuju Kayuagung atau Tanjung Lubuk, diminta menyalakan lampu kendaraan dan mengurangi kecepatan demi keselamatan.
Dampak Kabut bagi Aktivitas Warga
Potensi udara kabur ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi darat. Aktivitas pelayaran di perairan sekitar OKI, yang berbatasan langsung dengan Selat Bangka, juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan jarak pandang.
Bagi warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, kondisi udara kabur dapat memicu iritasi. Disarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada pagi hari ketika konsentrasi kabut biasanya paling pekat.
BMKG terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan akan memperbarui informasi prakiraan cuaca secara berkala. Masyarakat dapat mengakses laman resmi atau aplikasi infoBMKG untuk mendapatkan data terkini dan akurat.