PALEMBANG — Upaya pemadaman karhutla di Sumatera Selatan memasuki babak krusial. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat dua titik utama, yakni Rantau Bayur dan Pemulutan, masih membutuhkan penanganan intensif dari udara dan darat.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, operasi water bombing di Rantau Bayur telah dilakukan sebanyak 147 kali dengan mengerahkan tiga helikopter. Meski demikian, asap masih membumbung dari lahan yang diperkirakan terbakar seluas 2-3 hektare.
Pemulutan: 52 Kali Water Bombing dan Perlawanan dari Bawah
Situasi serupa terjadi di Pemulutan, Ogan Ilir. Sebanyak 52 kali pengeboman air dijatuhkan dari udara untuk menjinakkan api yang membakar lahan seluas 5-7 hektare. Namun, tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar empat hektare.
"Upaya itu baru berhasil memadamkan sekitar empat hektare," kata Sudirman di Palembang, Jumat.
Pemadaman tidak hanya mengandalkan helikopter. Personel BPBD Sumsel dan Ogan Ilir, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, serta Manggala Agni diterjunkan untuk melakukan pemadaman dari jalur darat. Titik api yang berada di lapisan gambut membuat pembasahan harus diulang berkali-kali agar api tidak kembali menyala.
Muara Medak: Lahan Gambut Tebal Seluas 20 Hektare Jadi Perhatian
Perhatian khusus tertuju pada Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Di lokasi ini, lahan yang terbakar mencapai sekitar 20 hektare dan berada di kawasan gambut tebal. Proses pemadaman dan pendinginan masih terus berlangsung.
Berbeda dengan lokasi lain, penanganan di Muara Medak mendapat bantuan helikopter dari pihak swasta. Hujan yang turun pada sore hari turut membantu meredakan api, namun tim gabungan tetap bersiaga untuk memastikan api tidak menjalar lebih luas.
Dua Titik Lain Berhasil Dipadamkan Total
Kabar baik datang dari sejumlah lokasi lain. Karhutla di Sekayu, Muba, seluas satu hektare dan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), seluas satu hektare, telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Tak hanya itu, kebakaran di Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, juga telah tuntas. Lahan seluas 8,5 hektare di desa tersebut terbakar sejak 24 Juli lalu dan kini dinyatakan aman.
"Pemadaman karhutla di Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan, sejak terbakar 24 Juli lalu juga sudah berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar mencapai 8,5 hektare," ujar Sudirman.
Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api baru dan mencegah kebakaran kembali meluas. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar mengingat kondisi cuaca yang masih kering di sebagian wilayah Sumsel.