PALEMBANG — IHSG dibuka turun 10,63 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.185,80 pada perdagangan Senin. Indeks LQ45, yang mewakili 45 saham unggulan, ikut tertekan. Indeks ini melemah 2,07 poin atau 0,34 persen ke level 612,72.
Sentimen Global: Harga Minyak Turun, Fokus ke Suku Bunga The Fed
Dari eksternal, harga minyak mentah Brent terkoreksi sekitar 4,5 persen ke kisaran 87 dolar AS per barel. Pengamat pasar modal Hendra Wardana menilai koreksi ini meredakan kekhawatiran lonjakan inflasi global dan mengurangi tekanan biaya energi bagi dunia usaha.
"Bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak, pelemahan harga minyak berpotensi memberikan sentimen positif terhadap inflasi domestik, neraca perdagangan, serta stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Hendra dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati pertemuan The Fed dalam Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 Juli 2026 pekan ini. Keputusan suku bunga acuan AS menjadi penentu utama pergerakan modal asing di pasar emerging market, termasuk Indonesia.
Guncangan di Dalam Negeri: Perry Warjiyo Mundur, Transisi Kepemimpinan BI
Kabar mengejutkan datang dari dalam negeri. Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI. Sebagai respons cepat, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur BI.
Hendra menilai langkah ini memberikan sinyal positif bagi pasar. "Destry merupakan bagian dari perumus kebijakan Bank Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pasar cenderung menilai tidak akan terjadi perubahan kebijakan signifikan selama masa transisi," jelasnya.
Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi indikator awal. Rupiah tercatat bergerak di kisaran Rp17.953 per dolar AS, melemah tipis 0,23 persen. Angka ini menunjukkan pasar belum bereaksi berlebihan terhadap kabar tersebut.
Proyeksi IHSG: Support di 6.060, Resistance di 6.300
Hendra memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah dalam jangka pendek. Support berada di level 6.060 dan resistance di level 6.300. Selama indeks masih bertahan di atas area support, tekanan yang terjadi dinilai masih berupa koreksi wajar sebagai respons atas sentimen pasar.
"Posisi Gubernur BI merupakan salah satu jabatan vital. Setiap keputusan terkait suku bunga acuan, kebijakan nilai tukar, pengendalian inflasi, hingga kebijakan makroprudensial akan mempengaruhi pergerakan rupiah, pasar obligasi, maupun IHSG," kata Hendra.
Selain The Fed, pelaku pasar pekan ini juga akan mencermati kebijakan Bank of Japan (BoJ) dan Bank of England (BoE). Data inflasi PCE AS, pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2026, serta rapat Politbiro China turut mempengaruhi sentimen regional.