PALEMBANG — Siswa SMP Al Azhar Cairo Palembang itu tampil di kelas Cadet Prestasi U-57 kilogram dan keluar sebagai juara pertama. Penampilannya dinilai menunjukkan kemampuan teknik, kecepatan, serta ketahanan mental selama pertandingan berlangsung di GOR Jakabaring.
Alfatih merupakan anak pertama dari pasangan Rifky Prayoga dan Enny Septera. Lahir pada 14 Juli 2013, ia sudah menekuni taekwondo sejak usia belia dan rutin turun di kejuaraan nasional.
Medali emas Hj. Melinda Cup 2026 bukan pencapaian pertama Alfatih. Sejumlah gelar juara pertama di kelas Cadet sudah ia raih dalam beberapa tahun terakhir:
Rangkaian hasil itu menunjukkan konsistensi Alfatih di kompetisi tingkat nasional. Ia tercatat selalu keluar sebagai juara pertama di setiap kejuaraan yang diikutinya pada kelas Cadet.
Pencapaian Alfatih tidak lepas dari dukungan keluarga dan proses latihan di Dojang X Fighter. Ayahnya, Rifky Prayoga, juga menekuni taekwondo dan ikut mendampingi perjalanan karier sang anak.
Bimbingan pelatih di dojang menjadi bagian penting dari pembinaan yang ia jalani. Latihan rutin dan jam terbang di kejuaraan dinilai menjadi modal utama bagi atlet seusia Alfatih untuk terus berkembang.
Prestasi Alfatih diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Palembang untuk menekuni kegiatan positif. Olahraga bela diri asal Korea Selatan itu dinilai bisa membangun kedisiplinan sekaligus mengembangkan potensi anak sejak dini.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Alfatih diharapkan mampu mempertahankan prestasinya. Peluang untuk bersaing di kejuaraan yang lebih tinggi pada masa mendatang tetap terbuka lebar.