SUMATERA SELATAN — PT Pegadaian mengingatkan pencari kerja soal maraknya penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan perusahaan, termasuk modus pembelian tiket travel dan transfer uang saat wawancara daring. Direktur Human Capital Pegadaian Tribuana Tunggadewi menegaskan perusahaan tidak pernah memungut biaya apa pun dalam proses seleksi.
Paragraf pembuka: Peringatan Pegadaian menyusul beragamnya modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan besar, mulai dari surat panggilan wawancara palsu hingga permintaan transfer uang melalui aplikasi rapat daring. Tribuana Tunggadewi menyebut pelaku kerap memanfaatkan nama figur publik maupun perusahaan untuk mencuri data pribadi dan uang korban.
Salah satu modus paling sering ditemui adalah pengiriman surat panggilan wawancara di kantor Pegadaian yang mewajibkan pelamar membeli tiket transportasi atau akomodasi melalui agen travel tertentu. Pelaku menjanjikan penggantian biaya atau reimbursement agar korban percaya.
Modus lain berupa pendaftaran wawancara daring melalui aplikasi rapat online yang meminta transfer sejumlah uang. "Kami tegaskan bahwa PT Pegadaian (Persero) tidak pernah memungut biaya apapun selama proses seleksi, tidak pernah bekerja sama dengan agen travel mana pun, dan tidak pernah membebankan biaya akomodasi kepada calon pelamar," tegas Dewi.
Dewi membagikan sejumlah tips agar pencari kerja tidak terjebak rekrutmen fiktif. Pertama, cek sumber informasi. Perusahaan profesional mengumumkan rekrutmen lewat website dan media sosial resmi, termasuk email dengan domain perusahaan, misalnya hrd@[namaperusahaan].co.id.
Kedua, abaikan tawaran yang meminta sejumlah uang. Proses rekrutmen yang sah umumnya tidak memungut biaya apa pun. Ketiga, perhatikan kualitas penulisan surat panggilan. Waspadai dokumen dengan banyak salah ketik, tanda seru atau huruf kapital berlebihan, format buram hasil fotokopi, serta logo perusahaan yang ukuran atau warnanya tidak sesuai logo resmi.
Keempat, riset lokasi dan kontak perusahaan. Penipu sering memakai alamat kantor fiktif, sehingga verifikasi lewat Google Maps dan aplikasi pengecekan nomor telepon jadi langkah penting. Kelima, jangan tergiur gaji yang jauh di atas rata-rata pasar untuk pengalaman minimal. Keenam, curigai proses seleksi yang terlalu cepat, karena perusahaan profesional biasanya melewati beberapa tahap seperti administrasi, tes teknis, psikotes, Leaderless Group Discussion (LGD), wawancara, hingga tes kesehatan.
Pencari kerja bisa memperoleh informasi lowongan dan proses rekrutmen Pegadaian melalui website pegadaian.co.id, akun LinkedIn PT Pegadaian, dan Instagram pegadaian_id. Jika menemukan informasi rekrutmen yang mengatasnamakan Pegadaian dan diragukan kebenarannya, masyarakat dapat menghubungi Call Center 1500-569 atau WhatsApp PEVITA di nomor 0811-1-1500569.
Imbauan Pegadaian menyusul tingginya minat masyarakat pada informasi rekrutmen di era digital, yang sayangnya ikut dibanjiri lowongan fiktif. Bagi perusahaan besar seperti Pegadaian, penyalahgunaan nama institusi tidak hanya merugikan pelamar, tetapi juga mengancam reputasi perusahaan di mata publik.