Spider-Man: Brand New Day Raup Rp38 Triliun, Jadi Film Terlaris 2026

Penulis: Rizal Hamdani  •  Senin, 07 September 2026 | 18:18:31 WIB
Tom Rothman, Chairman dan CEO Sony Pictures Entertainment Motion Picture Group, berbicara dalam sesi wawancara di Lumière Summit, Saint-Paul-de-Vence, Prancis, Senin (13/10).

SUMATERA SELATAN — Kesuksesan itu dirayakan langsung oleh Chairman dan CEO Sony Pictures Entertainment Motion Picture Group, Tom Rothman, dalam sesi wawancara di Lumière Summit, Saint-Paul-de-Vence, Prancis, Senin (13/10). Konferensi film internasional yang digagas pemerintah Prancis itu menjadi panggung Rothman membeberkan strategi di balik fenomena box office tersebut.

Bukan Sekadar Film Pahlawan Super

Rothman mengungkapkan kunci daya tarik "Spider-Man: Brand New Day" justru terletak pada sisi kemanusiaannya, bukan aksi laga semata. Ia menyebut film ini lebih tepat disebut sebagai "kisah manusia super" daripada film pahlawan super pada umumnya.

"Film ini bukan sekadar film pahlawan super, tapi film tentang manusia super. Alasan film ini diterima di seluruh dunia karena bercerita tentang seorang pria kesepian... tentang persahabatan. Sangat manusiawi, sangat emosional," ujar Rothman di hadapan peserta summit.

Eksekutif berusia 70 tahun itu menambahkan, "Ada banyak aksi spektakuler, tapi itu bukan rahasianya. Rahasianya adalah kisah yang dekat dan bisa dirasakan hampir semua orang." Ia juga memuji kerja sama panjang dengan Tom Holland yang telah menjadi bagian dari waralaba ini selama lebih dari satu dekade, serta dukungan Disney dan Marvel.

Momen Outbid di Film Horor "Obsession"

Di tengah euforia kesuksesan, Rothman juga mengakui ada satu peluang yang terlewat. Sony kalah dalam perebutan hak distribusi film horor "Obsession" yang akhirnya jatuh ke tangan Focus Features milik Universal dengan nilai US$14 juta.

Film berbiaya produksi hanya US$700.000 itu ternyata menjadi kejutan besar dengan meraup hampir US$510 juta di box office global. "Saya marah saat itu. Saya ingin mengulang momen itu. Saya ucapkan selamat kepada pesaing yang layak," kata Rothman sambil bergurau.

Menurut Rothman, fenomena "Obsession" membuktikan bahwa anggapan generasi muda enggan menonton film di bioskop adalah keliru. "Itu anggapan yang salah. Anak muda tetap mau datang ke bioskop jika kontennya menarik," tegasnya.

Pasar Global dan Peran Netflix

Dalam kesempatan yang sama, Rothman menyoroti pentingnya kekhasan lokal dalam menembus pasar internasional. Ia mencontohkan "K-Pop Demon Hunters", film animasi musikal yang dibiayai Netflix dan menjadi film paling banyak ditonton sepanjang sejarah platform streaming tersebut.

"Itu film yang sangat Korea dan relevan secara budaya. Spesifisitas akan mengarah pada universalitas. Saya sudah membuktikannya berkali-kali sepanjang karier saya," ucapnya. Sony kini juga memiliki divisi anime Jepang yang berkembang pesat di bawah kepemimpinannya.

Rothman juga menyinggung suasana industri film musim panas tahun ini yang menurutnya menghidupkan kembali budaya menonton di bioskop. "Film kembali menjadi bagian dari budaya karena punya makna kultural. Kematian bioskop sangat dilebih-lebihkan," katanya mengutip semangat Mark Twain.

Sebagai informasi, Rothman memulai kariernya di Sony Pictures pada 2013 sebagai chairman TriStar Pictures, sebelum dipromosikan menjadi chairman Motion Picture Group pada 2015 dan kemudian menjabat posisi tertingginya saat ini sejak 2021. Sebelumnya, ia memimpin Fox Filmed Entertainment selama 12 tahun.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top