PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru membuka Musyawarah Daerah Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumsel Tahun 2026 di Aula Bumi Perkemahan Gandus, Kota Palembang. Forum yang berlangsung 5–7 November 2026 itu diikuti 85 peserta dari 17 Kwartir Cabang se-Sumsel, dengan agenda evaluasi kepengurusan, penyusunan rencana strategis, dan pemilihan Ketua Kwarda masa bakti 2026–2030.
Dalam sambutannya, Herman Deru menilai kepengurusan Kwarda sebelumnya berhasil menghidupkan kembali aktivitas kepramukaan dan mendorong partisipasi pelajar. Ia menegaskan Pramuka punya peran membentuk karakter generasi muda, menanamkan gotong royong, dan membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Pembina Jadi Prioritas Lewat Training of Trainers
Herman Deru menyoroti pentingnya pemantapan pembina agar ilmu kepramukaan terus ditularkan ke anggota di tingkat gugus depan. Menurutnya, penggemblengan anggota tidak bisa berjalan autopilot tanpa pembina yang kompeten.
"Pramuka bukan sekadar seremoni. Di dalamnya ada pendidikan karakter, gotong royong, dan kesiapsiagaan bencana. Penggemblengan ini tidak bisa berjalan autopilot. Karena itu, pemantapan para pembina melalui Training of Trainers (TOT) menjadi prioritas agar ilmu kepramukaan dapat terus ditularkan," ujar Herman Deru.
Gubernur meminta dukungan Kwartir Nasional memperluas kesempatan pelatihan bagi pembina Pramuka Sumsel. Ia mengusulkan porsi khusus pelatihan, baik yang digelar di Cibubur maupun dengan mendatangkan pelatih langsung ke Sumsel.
Papan Nama Gudep hingga Anjungan Kabupaten/Kota
Selain penguatan pembina, Herman Deru meminta Kwarda dan Kwarcab kembali menggalakkan pemasangan papan nama Gugus Depan di sekolah-sekolah. Langkah itu dinilai memperkuat identitas dan aktivitas kepramukaan di tingkat satuan pendidikan.
Ia juga mendorong pemanfaatan Taman Pramuka melalui kegiatan berkala, seperti pertemuan setiap tiga bulan. Fasilitas anjungan kabupaten/kota diminta diperkuat lewat kerja sama tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Buper Gandus Disebut Terbaik Kedua di Indonesia
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel Riza Fahlevi melaporkan dukungan dana hibah berkelanjutan dari Pemprov Sumsel berkontribusi pada sejumlah capaian organisasi. Menurutnya, Bumi Perkemahan Gandus kini menjadi buper terbaik kedua di Indonesia setelah Cibubur.
"Berkat perhatian Pak Gubernur, Bumi Perkemahan Gandus kini menjadi Buper terbaik kedua di Indonesia setelah Cibubur. Kwarda Sumsel juga berhasil meraih predikat Kwarda Tergiat se-Sumatra dan Salah satu Kwarda terbaik se-Indonesia. Hampir seluruh Gugus Depan di sekolah-sekolah telah terakreditasi dan aktif menjadi mitra pemerintah, salah satunya mendukung Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP)," jelas Riza.
Kwarnas Sebut Musda Forum Evaluasi Pembinaan
Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka Bachtiar Utomo menilai Musda sebagai forum strategis untuk mengevaluasi dan merumuskan langkah pembinaan yang relevan dengan tantangan zaman. Ia menekankan Pramuka sebagai garda terdepan pendidikan karakter non-formal.
"Musda ini forum strategis untuk mengevaluasi dan merumuskan langkah pembinaan yang relevan dengan tantangan zaman. Gerakan Pramuka adalah garda terdepan pendidikan karakter non-formal. Kita harus memastikan seluruh program berdampak langsung hingga tingkat Gugus Depan dan menciptakan pengalaman belajar yang aman, inklusif, serta menarik bagi peserta didik," tegas Bachtiar.
Dari Palembang, arah kebijakan yang menonjol adalah pergeseran fungsi Pramuka dari kegiatan ekstrakurikuler menjadi mitra pemerintah daerah. Kesiapsiagaan bencana dan dukungan terhadap program pangan menjadi dua bidang yang paling eksplisit disebut dalam forum itu.