Pencarian

Google Respons iPhone Duo, Sebut Ponsel Lipat Android Makin Dilirik

Minggu, 27 September 2026 • 12:34:01 WIB
Google Respons iPhone Duo, Sebut Ponsel Lipat Android Makin Dilirik
Google menilai kehadiran iPhone Duo memperbesar pasar ponsel lipat global.

SUMATERA SELATAN — Google menilai kehadiran iPhone Duo justru memperbesar pasar ponsel lipat global, bukan mengancam dominasi Android. Presiden Ekosistem Android Google Sameer Samat menyebut Android sudah lebih dulu mengembangkan kategori ini sejak Galaxy Fold 2019. Counterpoint Research memperkirakan Apple bisa menguasai 25% pasar ponsel lipat global pada 2026.

Apple resmi masuk ke pasar ponsel lipat lewat iPhone Duo. Kehadiran perangkat tersebut disebut Google sebagai pendorong tumbuhnya minat konsumen terhadap kategori perangkat yang sebelumnya didominasi merek Android.

Presiden Ekosistem Android Google, Sameer Samat, mengungkapkan pandangan itu dalam wawancara dengan Tom's Guide. Menurutnya, Android sudah lama menjadi tempat pertama kali teknologi ponsel lipat berkembang sebelum akhirnya diadopsi pemain lain.

Android Sudah Lebih Dulu di Ponsel Lipat

Samsung meluncurkan Galaxy Fold generasi pertama pada 2019, jauh sebelum Apple menghadirkan iPhone Duo. Rentang waktu enam tahun itu membuat Android lebih matang dalam menghadirkan perangkat layar lipat ke pasar konsumen.

Samat sendiri mengaku memakai Galaxy Z Fold 8 untuk menunjang pekerjaan harian. Ia menyebut perangkat itu membantunya menyelesaikan banyak tugas sebelum berpindah ke laptop.

"Fold 8 adalah perangkat yang luar biasa. Perangkat ini membantu saya menyelesaikan banyak pekerjaan. Saya sering kali memulai produktivitas di perangkat itu, lalu beralih ke laptop saya," kata Samat.

Proyeksi Pasar: Apple Bisa Kuasai 25% pada 2026

Counterpoint Research memperkirakan Apple dapat menguasai sekitar 25% pasar ponsel lipat global pada 2026. Periode penjualan iPhone Duo disebut lebih pendek karena perangkat baru masuk pasar pada paruh kedua tahun tersebut.

Untuk 2027, lembaga riset itu memperkirakan pangsa Apple bisa meningkat hingga 40%. Pengiriman ponsel lipat global juga diproyeksikan tumbuh 37% pada periode yang sama.

Samat melihat pertumbuhan itu sebagai hal yang menguntungkan seluruh ekosistem Android. Semakin banyak konsumen tertarik pada bentuk ponsel lipat, semakin besar alasan bagi pengembang untuk membuat aplikasi yang memanfaatkan layar besar.

"Saya rasa ini menunjukkan sesuatu yang sudah lama kita ketahui di ekosistem Android, yaitu bahwa ruang untuk ponsel lipat, faktor bentuk ponsel lipat itu luar biasa," ujarnya.

Tantangan Dukungan Aplikasi Mulai Terjawab

Salah satu kendala ponsel lipat Android selama ini adalah dukungan aplikasi. Tidak semua aplikasi langsung dirancang untuk memanfaatkan layar besar ketika perangkat dibuka.

Google menyebut ribuan aplikasi sudah mulai beradaptasi. Gmail dan YouTube termasuk yang telah dioptimalkan untuk perangkat lipat. Pada Galaxy Z Fold 8, TikTok juga disebut memberikan pengalaman yang memanfaatkan layar dalam perangkat.

"Saya pikir seiring semakin populernya faktor bentuk ini, para pengembang menyadari bahwa semakin banyak nilai yang bisa diinvestasikan di dalamnya," kata Samat.

"Saya pikir salah satu hal yang telah kami lakukan adalah membuat alat-alatnya lebih sederhana dan mudah bagi mereka untuk berinvestasi. Dan tentu saja ada aplikasi yang belum melakukan transisi itu. Entah mereka sedang mengerjakannya, atau kami sedang berdiskusi dengan mereka, tetapi ada juga ribuan aplikasi yang sudah melakukannya," jelasnya.

Ekosistem Apple Jadi Pembeda

Apple memiliki satu keunggulan yang sulit diabaikan, yakni ekosistem. Konsumen yang sudah memakai iPhone, Mac, Apple Watch, AirPods, dan layanan Apple lain mungkin butuh alasan kuat untuk beralih ke Android.

Kehadiran iPhone Duo berpotensi membuka pasar baru, yakni pengguna Apple yang sebelumnya tidak punya opsi ponsel lipat tanpa harus meninggalkan ekosistem mereka. Apple juga telah mendorong pengembang mengoptimalkan aplikasi pada layar besar iPhone Duo, dengan Slack dan Netflix sebagai contoh yang ditampilkan dengan pengalaman khusus perangkat lipat.

Bagi Samat, Google tidak melihat kehadiran Apple sebagai pertarungan langsung antara iPhone Duo dan Galaxy Z Fold. Persaingan yang lebih besar justru terjadi untuk membuat ponsel lipat menjadi kategori smartphone yang semakin umum digunakan.

"Kita bisa memilih satu atau dua aplikasi yang kita tahu pasti akan ada di satu platform atau platform lainnya, tetapi kenyataannya format ini sangat populer," kata Samat.

"Ini (layar lipat) terus berkembang. Bahkan sebelum beberapa minggu terakhir ini, dan saya senang melihat semakin banyak orang bergabung dengan tren yang sekarang sudah jelas," yakinnya.

Bagi pasar Indonesia, masuknya Apple ke kategori ponsel lipat berpotensi memperluas pilihan konsumen premium yang sebelumnya hanya terpaku pada Samsung, Oppo, dan Vivo. Pertumbuhan kategori ini juga bisa mendorong pengembang aplikasi lokal untuk mulai mengoptimalkan produk mereka bagi layar lipat.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks