SUMATERA SELATAN — Setelah sukses menebak final Piala Dunia 2026, perhatian publik kini tertuju pada ramalan Athos Salomé yang jauh lebih gelap. Dalam daftar 10 prediksinya untuk 2026, pria yang mengaku sebagai parapsikolog ini menyebut Timur Tengah akan mencapai titik kritis. Ia mengklaim gejolak terkait pengayaan uranium Iran akan memicu ketidakstabilan regional baru yang mendalam, terutama sekitar kuartal kedua tahun ini.
Klaim Akurasi di Piala Dunia 2026
Salomé membangun reputasinya lewat prediksi olahraga. Ia mengklaim telah berulang kali menegaskan Spanyol sebagai kandidat juara Piala Dunia 2026, di tengah banyak peramal lain yang menjagokan Portugal. Hasil akhir turnamen membuktikan prediksinya benar: Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 di final, dan sang juara tercatat mengenakan warna api.
Namun, akurasi Salomé masih kalah telak dari seekor kucing bernama Billy. Hewan tersebut berhasil menebak dengan tepat hasil 22 dari 24 pertandingan yang tidak berakhir seri di Piala Dunia 2026.
Ancaman Konfrontasi Rusia dan NATO di Arktik
Selain Timur Tengah, Salomé juga menyoroti pergerakan militer Rusia. Ia menyebut Rusia sedang memindahkan sistem rudal ke wilayah strategis di Arktik. Menurutnya, hal ini meningkatkan kemungkinan konfrontasi langsung dengan NATO saat es mencair pada 2026, sebuah periode ketika jalur pelayaran baru dan cadangan energi menjadi krusial.
Klaim ini beririsan dengan analisis Carl Parkin, pakar risiko nuklir dari Existential Risk Lab Universitas Chicago. Parkin mengakui bahwa mencairnya es laut membuka peluang bagi Rusia untuk memanfaatkan keuntungan ekonomi Arktik dan meningkatkan kehadiran militernya.
Analisis Pakar: Kerentanan di Balik Kekuatan Rusia
Parkin justru berpendapat penyusutan es Arktik tidak sepenuhnya menguntungkan Rusia. "Seiring mencairnya es, senjata nuklir Rusia menjadi semakin rentan," tulisnya dalam artikel untuk Foreign Policy Research Institute.
Ia menyarankan sekutu NATO untuk menyeimbangkan langkah secara cermat antara memanfaatkan kerentanan ini dan menghindari reaksi berlebihan dari pihak Rusia. Ini menjadi catatan penting di tengah prediksi Salomé yang mencekam soal potensi perang di kawasan kutub.