SUMATERA SELATAN — Kepastian Jonatan naik ke peringkat pertama dunia diumumkan BWF dalam daftar peringkat mingguan yang dirilis hari ini. Pebulutangkis pelatnas Cipayung itu berhasil melompat dua tingkat setelah sebelumnya menempati posisi ketiga.
Keunggulan Jonatan atas para pesaing terdekatnya sangat ketat. Christo Popov yang duduk di peringkat kedua mengoleksi 87.002 poin, disusul Kunlavut Vitidsarn dengan 86.915 poin.
Selisih Tipis di Papan Atas Ranking BWF
Persaingan di papan atas klasemen tunggal putra musim ini memang berlangsung sengit. Jarak poin antara peringkat pertama hingga keenam terpaut sangat tipis, menunjukkan tidak ada dominasi mutlak dari satu pemain pun.
Shi Yuqi, yang sebelumnya bertengger di posisi teratas, harus rela turun lima peringkat ke posisi keenam. Mantan ranking satu dunia itu kini mengantongi 84.705 poin dan masih berpeluang besar untuk kembali merangkak naik di pekan-pekan mendatang.
Mengakhiri Penantian 19 Tahun Indonesia
Keberhasilan Jonatan menempati posisi puncak menjadi momen bersejarah bagi bulu tangkis Tanah Air. Terakhir kali Indonesia memiliki tunggal putra ranking satu dunia adalah saat Taufik Hidayat berjaya di era 2000-an.
Gelar ini menegaskan konsistensi Jonatan sepanjang musim. Sebelumnya, pemain kelahiran Jakarta itu sudah membuktikan diri sebagai salah satu pebulutangkis paling tangguh dengan koleksi gelar bergengsi yang lengkap di level internasional.
Daftar Lengkap 10 Besar Tunggal Putra
Berikut klasemen sementara BWF untuk sektor tunggal putra pekan ini:
- 1. Jonatan Christie (Indonesia) — 87.631 poin
- 2. Christo Popov (Prancis) — 87.002 poin
- 3. Kunlavut Vitidsarn (Thailand) — 86.915 poin
- 4. Chou Tien Chen (Taiwan) — 86.580 poin
- 5. Anders Antonsen (Denmark) — 85.405 poin
- 6. Shi Yuqi (China) — 84.705 poin
- 7. Alex Lanier (Prancis) — 78.715 poin
- 8. Kodai Naraoka (Jepang) — 76.530 poin
- 9. Victor Lai (Malaysia) — 76.465 poin
- 10. Li Shifeng (China) — 71.683 poin
Dengan status barunya sebagai pemain nomor satu dunia, Jonatan kini membawa ekspektasi besar untuk tampil konsisten di turnamen-turnamen berikutnya. Tekanan untuk mempertahankan posisi puncak jelas akan datang, terutama dengan jarak poin yang begitu sempit di papan atas.