SUMATERA SELATAN — Stigma nomor 9 Chelsea kembali menjadi sorotan setelah Joao Pedro resmi diumumkan sebagai pemilik anyar jersey tersebut untuk musim 2026/2027. Bek sayap The Blues kini menaruh harapan besar pada penyerang asal Brasil itu untuk memutus rentetan performa buruk para pendahulunya.
Sejak era Premier League dimulai, sudah 18 pemain mencoba peruntungan dengan nomor 9 di dada. Namun, hanya sedikit yang berhasil meninggalkan jejak manis. Berikut enam nama yang paling menarik untuk dibedah, diurutkan dari yang paling berjasa hingga yang paling mengecewakan.
Hasselbaink dan Vialli: Dua Standar Emas di Era Berbeda
Jimmy Floyd Hasselbaink layak disebut sebagai pemakai nomor 9 terbaik dalam sejarah modern Chelsea. Dibeli dari Atletico Madrid dengan mahar 15 juta poundsterling pada 2000, bomber asal Belanda itu langsung menjadi mimpi buruk bagi barisan pertahanan lawan. Catatan 70 gol dari 136 laga Premier League membuktikan ketajamannya yang luar biasa.
Gianluca Vialli tak kalah mentereng. Eks kapten Timnas Italia itu mencetak 40 gol dalam 78 penampilan. Statusnya bahkan lebih istimewa karena sempat merangkap sebagai pemain-manajer, mempersembahkan trofi FA Cup, League Cup, dan UEFA Cup Winners' Cup. Dua nama ini menjadi bukti bahwa nomor 9 tak selamanya membawa sial.
Torres dan Abraham: Antara Pahlawan Liga Champions dan Produk Akademi
Fernando Torres datang dengan label striker termahal Inggris senilai 50 juta poundsterling dari Liverpool. Meski gagal memenuhi ekspektasi sebagai mesin gol, pria Spanyol itu tetap dikenang sebagai pahlawan. Gol krusialnya ke gawang Barcelona di semifinal Liga Champions 2011/2012 menjadi fondasi kemenangan pertama The Blues di kompetisi tertinggi Eropa.
Berbeda dengan Torres, Tammy Abraham justru menjadi bukti bahwa produk akademi bisa bersinar. Pada awal musim 2019/2020, ia mencetak 10 gol dalam 12 laga Premier League. Total koleksinya mencapai 30 gol dari 82 penampilan dengan nomor 9—sebuah angka yang layak diacungi jempol.
Lukaku dan Aubameyang: Dua Transfer Gagal yang Sama-Sama Menyakitkan
Kisah Romelu Lukaku menjadi salah satu yang paling pahit. Kembali ke Stamford Bridge dengan rekor transfer klub senilai 97,5 juta poundsterling pada 2021, ia justru hanya mampu membukukan delapan gol dari 26 penampilan Premier League. Wawancara kontroversialnya yang mengkritik taktik Thomas Tuchel semakin memperkeruh suasana hingga akhirnya ia dipinjamkan kembali ke Inter Milan.
Pierre-Emerick Aubameyang menutup daftar ini sebagai kekecewaan terbesar. Striker yang sebelumnya tajam di Borussia Dortmund, Arsenal, dan Barcelona itu gagal total menunjukkan performa apiknya. Ia hanya bertahan satu musim sebelum akhirnya hengkang, memperpanjang daftar panjang striker yang takluk pada kutukan nomor 9 Chelsea.