SUMATERA SELATAN — Langkah FIFA yang ingin melibatkan investor swasta untuk mengelola kompetisinya mendapat tentangan keras dari sejumlah konfederasi. UEFA dan CONCACAF bahkan mengancam boikot, sementara AFC menyatakan keberatan. Situasi ini menempatkan posisi Gianni Infantino di ujung tanduk menjelang pemilihan presiden FIFA tahun depan.
Meski belum ada keputusan resmi, spekulasi soal calon pengganti Infantino sudah mengemuka. Beberapa nama memiliki pengaruh kuat di kancah sepak bola global, dengan dukungan politik dan finansial yang tidak bisa dianggap remeh.
Aleksander Ceferin: Kritikus Paling Vokal yang Bisa Berubah Pikiran
Presiden UEFA sejak 2016 ini dikenal sebagai lawan politik terbesar Infantino. Ceferin secara terbuka mengkritik arah kebijakan FIFA dan kini memimpin ancaman boikot turnamen jika rencana privatisasi tetap berjalan.
Namun, ada tanda tanya besar soal niatnya. Pada 2024, Ceferin menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai presiden UEFA pada 2027. Alasannya, ia ingin kembali fokus ke keluarga. "Setelah beberapa waktu, setiap organisasi butuh darah segar, tetapi terutama karena saya sudah tujuh tahun jauh dari keluarga," ujarnya. Pernyataan itu memicu spekulasi bahwa ia mungkin mengincar kursi yang lebih tinggi.
Nasser Al-Khelaifi: Kekuatan di Balik Layar
Presiden PSG dan ketua European Football Clubs ini memiliki koneksi luas di Eropa dan dunia Arab. Pengaruhnya di BeIN Sports juga menjadi modal besar untuk membangun citra global.
Meski kerap disebut-sebut, orang-orang terdekat Al-Khelaifi sebelumnya membantah ia tertarik mencalonkan diri. Ia lebih mungkin berperan sebagai raja maker, bukan kandidat utama. Dukungannya bisa menjadi penentu bagi calon lain.
Dariusz Mioduski: Kuda Hitam dari Eropa Timur
Ketua Legia Warsaw ini dilaporkan memiliki pendukung di sejumlah negara UEFA. Namun, tantangan terbesarnya adalah meyakinkan konfederasi lain untuk memberikan suara. Dalam politik sepak bola global, dukungan lintas kawasan biasanya menjadi syarat utama.
Mioduski juga menjabat sebagai wakil ketua EFC di bawah Al-Khelaifi. Jika sang bos memutuskan mendukung, peluangnya bisa meningkat signifikan.
Victor Montagliani: Tokoh Netral yang Bisa Merangkul Semua Pihak
Presiden CONCACAF asal Kanada ini sudah lama disebut-sebut sebagai calon pengganti Infantino. Perannya dalam kesuksesan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Utara membuatnya dikenal luas.
Montagliani dianggap lebih berpihak pada kepentingan federasi kecil, yang kerap merasa terpinggirkan oleh negara-negara elite. Jika ia mampu merangkul dukungan UEFA, peluangnya untuk menggulingkan Infantino menjadi sangat terbuka.
Satu hal yang pasti: pertarungan memperebutkan kursi tertinggi FIFA baru akan dimulai. Keputusan akhir ada di tangan 211 federasi anggota yang akan memberikan suara pada pemilihan mendatang.