PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Palembang, bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), resmi meluncurkan Program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue pada Rabu (18/2/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan angka fatalitas penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan mencapai target nasional Zero Dengue Death pada 2030.
Target: 7.500 Siswa Sekolah Dasar
Program pemantauan ini menyasar kelompok paling rentan, yakni anak usia sekolah. Berikut adalah rincian target operasional di lapangan:
| Aspek Program | Detail Operasional |
|---|---|
| Sasaran Peserta | 7.500 Anak (Usia 6–10 tahun) |
| Cakupan Wilayah | 60 Sekolah Dasar di wilayah kerja 10 Puskesmas Palembang |
| Target Vaksinasi | Sekitar 5.000 anak akan menerima vaksinasi |
| Durasi Program | Pemantauan jangka panjang selama 3 tahun |
| Lokasi Pilot Project | Jakarta, Palembang, dan Banjarmasin |
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa penanganan dengue tidak boleh lagi bersifat musiman. Mengingat tren kasus yang terus ada sepanjang tahun, diperlukan intervensi teknologi medis seperti vaksinasi sebagai pelengkap protokol 3M Plus.
“Dengue bukan sekadar isu musiman, melainkan tantangan kesehatan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk memastikan tidak ada lagi nyawa yang melayang akibat penyakit ini di tahun 2030 nanti,” tegas Herman Deru.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, memaparkan data krusial yang mendasari pemilihan Palembang sebagai lokasi utama: pada tahun 2025, tercatat 4.437 kasus dengue dengan 22 kematian di Sumsel, di mana Kota Palembang menjadi penyumbang kasus tertinggi.
Dekan FK Unsri, Mgs. Irsan Saleh, menyatakan bahwa inisiatif ini memperkuat pendidikan berbasis riset. Hasil dari pemantauan aktif ini akan menghasilkan bukti ilmiah (scientific evidence) yang kuat untuk dasar pengambilan kebijakan kesehatan di masa depan.
Program ini juga merupakan sinergi lintas kampus (Unsri, UI, dan ULM) serta didukung oleh sektor swasta (Takeda Indonesia) guna memastikan pendekatan pencegahan yang menyeluruh, mulai dari edukasi, pemberantasan sarang nyamuk, hingga penguatan imun melalui vaksinasi.