PALEMBANG — Kepala Kanwil Kemenkum Sumsel Budi Argap Situngkir memimpin jajaran mengikuti pertemuan melalui Zoom bersama Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Kegiatan diikuti pula Kepala Divisi Pelayanan Hukum Fatriansyah, Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum Benni Risky, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Bulan Mahardika Subekti, serta seluruh pegawai.
Forum dibuka dengan pemaparan hasil survei oleh Kepala Badan Strategi Kebijakan Hukum Andry Indrady. Survei itu merupakan tindak lanjut Town Hall Meeting sebelumnya dan menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi kebutuhan serta masukan pegawai.
Setelah pemaparan, sesi dialog dibuka bagi pegawai dari kantor pusat maupun kantor wilayah di seluruh Indonesia. Peserta menyampaikan pertanyaan, saran, dan aspirasi langsung kepada Menteri Hukum.
Isu yang mengemuka mencakup pelaksanaan tugas, pengembangan sumber daya manusia, hingga peningkatan kualitas organisasi. Salah satu perhatian dalam diskusi adalah kurikulum pendidikan di Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin).
Pembahasan kurikulum itu berkaitan dengan upaya menyelaraskan pendidikan kedinasan dengan kebutuhan organisasi. Tujuannya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Hukum.
Budi Argap Situngkir menilai forum komunikasi terbuka berperan penting membangun hubungan konstruktif antara pimpinan dan pegawai. Komunikasi dua arah memberi kesempatan pegawai menyampaikan aspirasi sekaligus membantu pimpinan mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan organisasi.
"Town Hall Meeting menjadi ruang bagi pegawai untuk menyampaikan aspirasi dan memberikan masukan secara langsung kepada pimpinan. Komunikasi dua arah seperti ini penting untuk membangun keterbukaan, mengidentifikasi kebutuhan organisasi, serta mendorong lahirnya solusi yang dapat meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan Kementerian Hukum," ujar Budi.
Melalui forum tersebut, Kanwil Kemenkum Sumsel berharap komunikasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan wilayah semakin kuat. Aspirasi yang disampaikan diharapkan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Kanwil menargetkan lingkungan kerja yang lebih adaptif dan responsif. Orientasinya tetap pada peningkatan kinerja serta kualitas pelayanan publik di Sumatera Selatan.