LAHAT — Aktivitas pertambangan batu bara di Kabupaten Lahat menjadi perhatian DPRD setempat. Dewan mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) untuk mengkaji produksi tambang, khususnya Muara Tiga Besar (MTB), serta kontribusinya terhadap dana bagi hasil (DBH) yang diterima daerah.
Wakil Ketua I DPRD Lahat Andriansyah SH mengatakan kajian tersebut penting untuk mengetahui secara jelas berapa produksi batu bara yang dihasilkan dari wilayah Lahat. Selain itu, dewan ingin melihat sejauh mana aktivitas pertambangan berkontribusi terhadap penerimaan daerah.
MTB merupakan salah satu area tambang batu bara utama yang dikelola PT Bukit Asam (PTBA) dan berada di wilayah Kabupaten Lahat.
Menurut Andriansyah, data produksi menjadi hal mendasar yang perlu diketahui pemerintah daerah. Informasi tersebut dapat menjadi pijakan dalam menyusun perencanaan pembangunan sekaligus menentukan arah kebijakan daerah ke depan.
"Karena MTB berada di Kabupaten Lahat, kita ingin melihat berapa produksinya dan berapa dana bagi hasil yang dihasilkan untuk daerah. Data ini penting sebagai dasar membuat rencana dan menentukan arah kebijakan ke depan," ujarnya.
Andriansyah menilai potensi pertambangan di wilayah Lahat perlu dikaji secara menyeluruh. DPRD ingin mengetahui besaran produksi tahunan, kebijakan pertambangan, hingga kaitannya dengan penerimaan DBH sektor mineral dan batu bara.
Melalui pansus, DPRD berharap persoalan tersebut dapat dibahas lebih mendalam. Dewan juga berencana meminta penjelasan dari pihak terkait mengenai data produksi dan mekanisme bagi hasil yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan di wilayah Lahat.