SUMATERA SELATAN — Harga emas batangan Antam ditutup di level Rp 2.613.000 per gram pada akhir pekan, turun Rp 15.000 per gram dibandingkan awal pekan yang masih berada di Rp 2.628.000 per gram. Penurunan tajam terjadi pada Jumat ketika harga menyentuh level terendah Rp 2.590.000 per gram. Harga buyback juga ikut tertekan, turun Rp 25.000 per gram menjadi Rp 2.438.000 per gram.
Data perdagangan di laman Logam Mulia Antam menunjukkan harga emas bergerak fluktuatif sepanjang pekan. Setelah dibuka di Rp 2.628.000 per gram pada Senin, harga sempat naik tipis ke Rp 2.630.000 per gram pada Rabu sebelum akhirnya anjlok dua hari berturut-turut.
Penurunan paling dalam terjadi pada Jumat ketika harga emas meninggalkan level Rp 2.600.000 dan menyentuh Rp 2.590.000 per gram. Pada Sabtu, harga kembali ke level Rp 2.613.000 per gram, tetapi secara akumulatif masih turun Rp 15.000 per gram dari posisi awal pekan.
Pergerakan harga emas batangan Antam selama sepekan terakhir mencerminkan tekanan jual yang cukup merata. Berikut rinciannya:
Harga buyback atau harga yang ditetapkan Antam ketika membeli kembali emas dari pemiliknya turun lebih tajam dibandingkan harga jual. Buyback dibuka di Rp 2.463.000 per gram pada awal pekan dan ditutup di Rp 2.438.000 per gram pada akhir pekan.
Selisih Rp 25.000 per gram itu membuat pemilik emas yang ingin merealisasikan keuntungan harus menerima potongan lebih besar. Buyback merupakan harga yang berlaku ketika pemilik emas ingin menjual kembali batangan miliknya, dan Antam akan membelinya pada level tersebut.
Transaksi pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017. Pemilik emas yang menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dalam transaksinya berhak atas tarif lebih rendah, yakni 0,45 persen.
Perbedaan tarif itu membuat penyertaan NPWP menjadi pertimbangan penting bagi investor emas yang hendak menjual batangan. Tanpa NPWP, potongan pajak yang dikenakan dua kali lebih besar.
Penurunan harga emas sepanjang pekan mencerminkan tekanan jual yang cukup konsisten, terutama pada Kamis dan Jumat. Harga sempat kehilangan level psikologis Rp 2.600.000 per gram sebelum kembali menguat tipis pada Sabtu.
Bagi investor emas jangka panjang, koreksi ini bisa menjadi momentum akumulasi jika tren pelemahan berlanjut. Namun, bagi pemilik emas yang berencana menjual dalam waktu dekat, penurunan harga buyback yang lebih dalam dari harga jual perlu diperhitungkan dalam kalkulasi keuntungan bersih.