Bhayangkari Sumsel Bangun 18 Sumur Bor di 10 Kabupaten/Kota, Bantu Warga Hadapi Kemarau

Penulis: Ahmad Syukri  •  Sabtu, 26 September 2026 | 10:02:01 WIB
Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel Ny. Eka Sandi Nugroho menandatangani prasasti sumur bor dalam acara penyerahan fasilitas air bersih.

PALEMBANG — Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan Ny. Eka Sandi Nugroho memimpin penyerahan fasilitas air bersih tersebut. Kegiatan ditandai dengan penandatanganan 18 prasasti sumur bor, pengguntingan pita, dan pembukaan keran air sebagai tanda fasilitas mulai dapat dimanfaatkan masyarakat.

Salah satu titik sumur bor berada di kawasan Soak Permai, Kecamatan Sukarami, Palembang. Bagi warga setempat, keberadaan sumur bor menjadi penting karena sumber air yang biasa mereka gunakan mulai terdampak kemarau.

Sumur Bor Tersebar di 10 Kabupaten/Kota Sumsel

Pembangunan sumur bor tidak hanya menyasar Kota Palembang. Fasilitas air bersih itu tersebar di sejumlah daerah dengan rincian wilayah sebagai berikut:

  • Kota Palembang
  • Kota Prabumulih
  • Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)
  • Kabupaten Muara Enim
  • Kabupaten Ogan Ilir
  • Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
  • Kabupaten Lahat
  • Kabupaten OKU Timur
  • Kabupaten Musi Banyuasin
  • Kabupaten OKU Selatan

Dengan penyebaran tersebut, fasilitas air bersih menjangkau 10 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Mengapa Sumur Bor Dibangun Saat Kemarau

Kemarau panjang mulai berdampak pada ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari warga di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Program penyediaan air bersih diarahkan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air, terutama ketika sumber air konvensional berkurang akibat kondisi kemarau.

Kondisi itu yang mendorong Bhayangkari Daerah Sumsel bersama Polda Sumsel menghadirkan sumur bor di titik-titik yang dinilai paling membutuhkan.

Dampak bagi Warga Soak Permai

Warga kawasan Soak Permai merasakan langsung manfaat fasilitas tersebut. Sumur bor menjadi alternatif sumber air ketika pasokan dari sumber yang biasa digunakan mulai menurun.

Pembukaan keran air secara simbolis menandai fasilitas siap dipakai untuk kebutuhan rumah tangga warga di sekitar titik pembangunan.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: sumeks.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top