IHSG Terperosok ke 6.173, Saham Telkom hingga Adhi Karya dan PP Turun Bersama Bank Besar

Penulis: Faisal Zuber  •  Senin, 27 Juli 2026 | 13:20:01 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke level 6.173 pada sesi pertama perdagangan hari ini. Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT PP Tbk (PTPP) turun bersamaan dengan saham perbankan besar. Sektor infrastruktur me

SUMATERA SELATAN — Sektor infrastruktur menjadi yang paling terpukul pada sesi pertama hari ini, terkoreksi hingga 1,42 persen. Emiten konstruksi BUMN seperti PT PP Tbk (PTPP) ambruk paling dalam, turun 3,85 persen ke level Rp 200. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) juga tak luput dari tekanan, merosot 1,23 persen ke Rp 160.

Saham raksasa telekomunikasi pelat merah, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), ikut tersungkur 1,9 persen ke posisi Rp 2.580. Dua emiten lainnya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), masing-masing melemah 1,44 persen dan 2,25 persen.

Bank Besar Ikut Tertekan, Transaksi BMRI Paling Deras

Tak hanya saham infrastruktur, saham perbankan berkapitalisasi besar juga berguguran. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,4 persen ke Rp 6.250, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 0,73 persen ke Rp 4.100, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 0,57 persen ke Rp 3.500. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terpantau stagnan di level Rp 2.960.

Meski kompak melemah, saham BMRI justru menjadi yang paling banyak ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 626,99 miliar. Disusul saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 420,44 miliar dan BBCA sebesar Rp 390,37 miliar. Secara keseluruhan, nilai transaksi di BEI pada sesi pertama mencapai Rp 7,09 triliun dengan volume 17,30 miliar saham dan kapitalisasi pasar Rp 10.852 triliun.

Bursa Asia Hijau, IHSG Sendirian Merah

Di tengah tekanan domestik, mayoritas indeks di Asia justru menghijau. Indeks Nikkei Jepang naik 0,31 persen, Shanghai Composite menguat 0,26 persen, dan Hang Seng Hong Kong bertambah 0,81 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelemahan IHSG lebih dipicu sentimen dalam negeri, terutama kabar mundurnya Gubernur BI yang memicu aksi jual di sektor perbankan dan infrastruktur.

Di sisi lain, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) melesat 8,97 persen ke Rp 1.215, menjadi yang tertinggi di jajaran top gainers. Sementara itu, saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menjadi top losers dengan koreksi 8,99 persen ke Rp 1.620, disusul PT PP Property Tbk (PPRO) yang ambrol 5,88 persen.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top