TUGUMULYO — Ribuan jemaah memadati Lapangan Sport Center Tugumulyo, Kabupaten Ogan Komering Ilir, sejak pagi untuk mengikuti Pengajian Akbar Harlah ke-14 Idaroh Syubiyah JATMAN OKI. Mereka datang dari berbagai kecamatan di OKI, sebagian mengenakan pakaian putih dan bersarung, membawa sajadah serta bendera organisasi.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru tiba sekitar pukul 09.00 WIB didampingi Bupati OKI Muchendi dan jajaran Forkopimda. Dalam sambutannya, Herman Deru menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antara ulama, umara, dan umat sebagai fondasi kerukunan.
"Saya pikir pertemuan ini tentu harus kita lanjutkan ke depan, mungkin dengan tema yang berbeda dan tempat yang berbeda. Namun hasrat kita untuk membangun silaturahmi antara ulama, umara, dan umat harus terus terjaga," ujar Herman Deru di hadapan ribuan jemaah.
Gubernur menilai JATMAN Kabupaten OKI bersama JATMAN Kabupaten OKU Timur merupakan dua organisasi dengan jumlah jemaah terbesar di Sumatera Selatan. Eksistensi dakwah yang dijalankan, menurut dia, mampu memperkuat kebersamaan sekaligus menangkal berbagai potensi perpecahan.
Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan Syekh Bahauddin An-Naqsabandi menjadi bagian inti dari rangkaian acara. Para masyayih se-Kabupaten OKI turut memimpin tahlil dan doa yang dipusatkan di lapangan.
Bupati OKI Muchendi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran gubernur. Ia berharap kegiatan tahunan ini terus berlanjut dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi. "Kehadiran Pak Gubernur menjadi motivasi bagi kami semua," ucap Muchendi.
Dalam sambutan terpisah, Herman Deru menyerahkan bantuan simbolis untuk operasional JATMAN OKI. Meski tidak merinci besaran, Kepala Dinas Sosial Sumsel yang mendampingi menyebut angka bantuan sudah melalui verifikasi dan sesuai kebutuhan organisasi. Bantuan tersebut disambut tepuk tangan jemaah.
Sebelum meninggalkan Tugumulyo, gubernur menyempatkan bersalaman dengan sejumlah tokoh agama dan pengurus JATMAN. Ia berpesan agar ukhuwah yang sudah terbangun terus dipelihara, terutama di tahun politik menjelang Pilkada serentak 2026.
"Jangan sampai kegiatan seperti ini hanya seremonial. Substansinya adalah bagaimana kita semua – pemerintah, ulama, dan masyarakat – berjalan beriringan," kata Herman Deru mengakhiri sambutannya.