PALEMBANG — Meski baru mencapai 46 persen di pertengahan tahun, Bapenda Sumsel menilai capaian itu masih berada di jalur positif. Optimisme itu disampaikan Kepala Bapenda Sumsel Achmad Rizwan, Sabtu (4/7/2026), seraya menyebut pihaknya akan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah pada paruh kedua tahun ini.
Dari total realisasi Rp 1,87 triliun, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) menjadi penyumbang terbesar. Realisasinya mencapai Rp 924,82 miliar atau 59,81 persen dari target Rp 1,546 triliun.
Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) menyusul dengan realisasi Rp 361,91 miliar atau 43,32 persen dari target Rp 835,43 miliar. Sementara Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) baru terkumpul Rp 336,94 miliar atau 38,51 persen dari target Rp 875,05 miliar.
Dari sisi komoditas lain, Pajak Air Permukaan (PAP) tercatat terealisasi Rp 18,76 miliar atau 54,68 persen dari target Rp 34,32 miliar. Namun, Pajak Rokok menjadi sektor dengan capaian paling rendah, baru Rp 221,64 miliar atau 29,76 persen dari target Rp 744,78 miliar.
Pajak alat berat terealisasi Rp 2,47 miliar atau 39,19 persen dari target Rp 6,30 miliar. Opsen pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) baru mencapai Rp 6,30 miliar atau 21,52 persen dari target Rp 29,27 miliar.
Untuk mengejar target, Bapenda Sumsel mengandalkan aplikasi Siguntang, sistem informasi penagihan PKB terintegrasi. Achmad Rizwan menjelaskan, melalui aplikasi itu petugas bisa mendata dan mengirimkan pengingat kepada wajib pajak yang masih memiliki tunggakan.
"Melalui aplikasi tersebut, petugas dapat melakukan pendataan serta menyampaikan pengingat kepada wajib pajak yang masih memiliki tunggakan," katanya.
Selain itu, Bapenda rutin menggelar Program Siguntang Menyapa setiap Selasa secara serentak di kabupaten/kota se-Sumsel. Dalam program ini, petugas mendatangi langsung wajib pajak untuk mengedukasi pentingnya membayar pajak tepat waktu sekaligus mengingatkan para penunggak.
"Kami berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat membayar PKB meningkat, sehingga penerimaan optimal," tukasnya.