Penemuan ini berasal dari dua studi terpisah yang dilakukan antara 2014 hingga 2022. Studi pertama, yang hasilnya dirilis pada 2019, mengamati dampak keberadaan PLTS Topaz Solar Farm dan California Valley Solar Ranch terhadap populasi rubah lokal. Kedua fasilitas ini dibangun di atas habitat alami rubah San Joaquin.
Para peneliti menemukan bahwa pagar di kedua PLTS dirancang dengan celang setinggi 12 hingga 15 sentimeter dari tanah. Celah ini cukup besar untuk dilewati rubah, namun terlalu kecil untuk pemangsa yang lebih besar seperti kucing hutan dan anjing hutan.
Topaz Solar Farms bahkan menambahkan rel di bagian bawah celah untuk mencegah pemangsa menggali masuk. Selain itu, deretan panel surya memberikan perlindungan dari serangan burung pemangsa, seperti elang emas, yang biasa memangsa rubah dari udara.
Studi lanjutan yang dilakukan antara 2019 hingga 2022 mengonfirmasi efektivitas perlindungan ini. Tingkat kelangsungan hidup rubah San Joaquin di dalam area PLTS tetap stabil, sementara populasinya di luar fasilitas terus menurun. Rubah San Joaquin menghadapi banyak ancaman, termasuk hilangnya habitat dan predator alami.
Temuan ini menjadi contoh nyata bagaimana proyek energi terbarukan skala besar, yang kerap dikritik karena mengganggu ekosistem, justru bisa memberikan manfaat konservasi. Kuncinya terletak pada desain fasilitas yang mempertimbangkan lingkungan sekitar.
Keberhasilan ini tidak hanya dirasakan oleh rubah. Praktik "solar grazing" atau penggembalaan di bawah panel surya mulai berkembang. Di sebuah PLTS di Tibet, peternak lokal menggembalakan domba di antara panel surya. Domba-domba tersebut menjadi alat pemotong rumput alami yang lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan mesin pemotong, sekaligus mencegah kebakaran akibat tanaman yang terlalu tinggi. Vegetasi pendek ini juga sesuai dengan preferensi habitat rubah San Joaquin.
Meski memberikan dampak positif bagi rubah, proyek PLTS skala besar masih memiliki sisi gelap. Burung kerap kesulitan membedakan panel surya dengan permukaan danau, yang menyebabkan kematian akibat tabrakan dan gangguan pada rute migrasi mereka. Para peneliti menekankan pentingnya meminimalkan dampak lingkungan dari fasilitas energi surya seiring dengan rencana ekspansi penggunaan energi bersih secara global.
PLTS di California ini menjadi contoh bagaimana proyek serupa bisa dirancang untuk menciptakan peluang bagi satwa liar, bukan sekadar mengganggunya.