Harga BBM Pertamina 12 Juni 2026: Pertamax dan Pertamax Green Naik, Subsidi Masih Stabil

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 09:05:32 WIB
Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 resmi naik mulai 10 Juni 2026.

SUMATERA SELATAN — Kenaikan harga BBM nonsubsidi resmi berlaku sejak 10 Juni 2026. Keputusan ini diumumkan langsung oleh PT Pertamina Patria Niaga melalui keterangan resmi pada Rabu (10/6/2026). Harga yang berlaku hari ini, Jumat (12/6/2026), masih mengacu pada daftar harga terbaru tersebut tanpa perubahan tambahan.

Pertamax dan Pertamax Green 95 Naik, Dexlite dan Pertamina Dex Justru Turun

Dalam penyesuaian ini, Pertamax dan Pertamax Green 95 menjadi dua jenis bahan bakar yang harganya naik. Namun, sebelumnya pada 1 Juni 2026, Pertamina juga telah menyesuaikan harga Dexlite dan Pertamina Dex yang justru mengalami penurunan. Sementara Pertamax Turbo, pada periode yang sama, justru mencatatkan kenaikan.

Perubahan harga yang tidak seragam ini membuat pengguna kendaraan perlu lebih jeli dalam memilih jenis BBM. Bagi pengguna kendaraan bermesin bensin berokturasi tinggi, kenaikan Pertamax dan Pertamax Green 95 menjadi beban tambahan yang harus diperhitungkan dalam anggaran bulanan.

Harga BBM Subsidi: Pertalite dan Biosolar Masih Aman

Kabar baik bagi pengguna kendaraan roda dua dan transportasi umum: harga Pertalite dan Biosolar masih dipertahankan. Pemerintah memastikan tidak ada perubahan pada kedua jenis BBM subsidi tersebut. Hal ini menjadi angin segar di tengah tren kenaikan harga energi global.

Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, daftar harga BBM Pertamina yang berlaku saat ini bisa langsung dicek di situs resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina. Setiap daerah memiliki besaran harga yang sedikit berbeda karena pengaruh biaya distribusi.

Alasan Kenaikan: Fluktuasi Minyak Dunia dan Evaluasi Formula Pemerintah

Corporate Secretary Pertamina Patria Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan bagian dari mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah. "Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi.

Roberth menambahkan, harga jual BBM nonsubsidi diputuskan dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator. "Ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," lanjutnya. Dengan kata lain, fluktuasi harga minyak mentah dunia menjadi faktor utama yang mendorong perubahan harga di dalam negeri.

Dampak ke Pengguna: Biaya Transportasi dan Operasional Perlu Dihitung Ulang

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini otomatis memengaruhi biaya transportasi harian dan operasional bisnis. Pengguna kendaraan pribadi yang biasa mengisi Pertamax atau Pertamax Green 95 harus menyiapkan anggaran lebih. Pelaku usaha, terutama yang mengandalkan armada logistik dengan bahan bakar nonsubsidi, juga perlu melakukan penyesuaian biaya.

Meski demikian, harga BBM subsidi yang masih stabil memberikan ruang bagi masyarakat pengguna Pertalite dan Biosolar untuk tetap tenang. Pemerintah dan Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan energi nasional, terutama untuk jenis BBM yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat luas.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top