7 Destinasi Alam Tersembunyi di Sumatera Selatan: Dari Goa Putri Berkedalaman 150 Meter hingga Air Terjun Bertingkat di Muara Enim

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 03:44:32 WIB
Goa Putri di OKU menyimpan keindahan dan legenda dengan kedalaman sekitar 150 meter.

PALEMBANG — Sumatera Selatan tidak hanya menawarkan kuliner pempek dan tekwan, tetapi juga menyimpan segudang destinasi alam yang masih sepi pengunjung. Dari goa purbakala di Ogan Komering Ulu hingga air terjun bertingkat di Muara Enim, tujuh tempat ini layak menjadi pilihan liburan bagi pencinta alam yang ingin menghindari keramaian.

Goa Putri: Sensasi Masuk ke Masa Lampau dengan Legenda Si Pahit Lidah

Salah satu destinasi yang paling menarik perhatian adalah Goa Putri di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, goa ini memiliki kedalaman sekitar 150 meter dengan lebar 20-30 meter dan tinggi 20 meter.

Setiap sudut goa menyimpan cerita yang kerap dikaitkan dengan legenda Si Pahit Lidah dan Putri Dayang Merindu. Pengunjung bisa menemukan batu yang menyerupai singgasana raja hingga batu berbentuk harimau penjaga.

Dengan tiket masuk hanya Rp 10.000, pengunjung dari Palembang perlu menempuh perjalanan 230-240 kilometer atau sekitar 4-5 jam perjalanan darat.

Air Terjun Gunung Nyawe: Panorama yang Memacu Adrenalin di Lahat

Berlokasi di Desa Talang Sejemput, Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, air terjun ini dulunya dikenal warga setempat sebagai Cughup Gudung Nyawe. Dalam bahasa lokal, "Gudung Nyawe" berarti ketakutan yang memacu adrenalin—merujuk pada derasnya aliran air dari ketinggian.

Akses menuju lokasi cukup terjal, namun pengunjung akan disambut suara gemuruh air yang menenangkan. Dari pusat Kota Lahat, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 40 menit. Area parkir tersedia dengan tarif Rp 10.000.

Bukit Besak: Camping dan Paralayang di Atas Kota Lahat

Bagi pecinta alam bebas, Bukit Besak di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, menawarkan pengalaman camping dengan pemandangan Kota Lahat dari ketinggian. Puncak bukit ini juga kerap dijadikan tempat uji adrenalin bagi penggemar paralayang.

Tiket masuk hanya Rp 5.000 per orang, dengan biaya parkir Rp 15.000 untuk motor dan Rp 50.000 untuk mobil. Fasilitas yang tersedia meliputi pos pemantauan, tempat ibadah, toilet, ruang ganti, hingga kantin.

Pinang Banjar dan Danau Rayo: Dua Wajah Agrowisata dan Alam Asri

Pinang Banjar di Kabupaten Banyuasin menawarkan konsep agrowisata dengan perkebunan pinang yang rindang. Suasana pedesaan yang asri dilengkapi spot foto seperti rumah pohon dan jembatan kayu, cocok untuk liburan keluarga.

Sementara itu, Danau Rayo di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), memiliki luas sekitar 100 hektar dengan kedalaman mencapai 15 meter. Letaknya di tengah hutan membuat danau ini terasa sangat asri. Keunikannya terletak pada pohon yang menghasilkan buah mirip manggis yang tumbuh bergerombol di tepian danau.

Air Terjun Lemutu: Anak Tangga Alami di Muara Enim

Destinasi terakhir yang tak kalah menarik adalah Air Terjun Lemutu di Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim. Daya tarik utama tempat ini terletak pada bentuknya yang unik menyerupai anak tangga alami—jarang ditemukan di air terjun lain di Sumatera Selatan.

Lokasinya cukup jauh dari pusat Kota Muara Enim, yakni sekitar 40 kilometer. Meski aksesnya menantang, pemandangan yang ditawarkan sebanding dengan perjalanan yang ditempuh.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Back to top