Tim SAR Temukan Anindita, Bocah 9 Tahun Terseret Ombak di Pantai Ampenan, Operasi Pencarian Ditutup

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 21:05:38 WIB
Tim SAR menemukan jasad Anindita, bocah 9 tahun yang terseret ombak di Pantai Ampenan.

MATARAM — Jasad Anindita Mantika Muslim (9) ditemukan tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran di perairan Pantai Bintaro pada pukul 07.10 Wita, Minggu (31/5) pagi. Bocah perempuan yang dilaporkan hanyut sejak Jumat (29/5) sore itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram Bustanil mengatakan, informasi awal datang dari warga dan nelayan setempat yang melihat korban mengapung. “Laporan tersebut menyebutkan bahwa korban terlihat mengapung di sekitar perairan Pantai Bintaro,” ujarnya.

Jarak Temuan Korban Capai 1,81 Mil Laut dari Titik Hilang

Setelah dievakuasi, jasad Anindita langsung dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Bustanil menjelaskan, korban ditemukan dengan jarak sekitar 1,81 nautical mile arah utara dari lokasi kejadian. “Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka. Dengan ditemukannya kedua korban, maka operasi SAR resmi kami nyatakan ditutup,” tegas Bustanil.

Korban Pertama Ditemukan Sehari Sebelumnya

Sebelum Anindita ditemukan, tim SAR gabungan lebih dulu menemukan Pietro Lionel Alesandro Seda (13) pada Sabtu (30/5) pagi pukul 08.30 Wita. Pietro mengapung sekitar 1 kilometer arah utara dari lokasi kejadian pertama (Last Known Position/LKP) di Pantai Skip. Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram menggunakan Rescue D-Max Kantor SAR Mataram.

Dua Kejadian Hampir Bersamaan di Hari yang Sama

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak pada Jumat (29/5) sore dalam dua insiden yang terjadi hampir bersamaan di kawasan Pantai Ampenan. Operasi SAR ini merupakan sinergi antara personel Kantor SAR Mataram, Sat Brimob Polda NTB, Polairud Polda NTB, Polsek Ampenan, Polresta Mataram, Koramil Ampenan, Tagana, serta bantuan swadaya dari nelayan dan warga setempat.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: krsumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top