Kebakaran Restoran di Palembang Indah Mal, Satu Petugas Keamanan Alami Sesak Napas Dievakuasi ke RS Siloam

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 11:53:01 WIB
Asap hitam membubung dari cerobong restoran di Palembang Indah Mal, memicu evakuasi pengunjung.

PALEMBANG — Kepulan asap hitam tiba-tiba memenuhi area lantai satu Palembang Indah Mal (PIM) sekitar pukul 18.30 WIB. Peristiwa itu langsung membuat pengunjung yang tengah berbelanja berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

Sumber Api Berasal dari Cerobong Pembuangan Restoran

Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, menjelaskan bahwa penyelidikan awal mengarah pada kebocoran cerobong pembuangan asap di area gudang restoran. Api diduga muncul dari jalur heksos dan cerobong pembuangan pembakaran yang terhubung langsung dengan gudang penyimpanan.

"Awalnya saksi melihat asap keluar dari ventilasi dapur restoran. Tak lama kemudian muncul percikan api dari cerobong yang memicu kobaran di area genitor atau gudang," ujar Fauzi dalam keterangannya, Sabtu malam.

Korban Luka: Petugas Keamanan yang Berusaha Memadamkan Api

Satu korban dalam insiden ini adalah Fajriansyah, petugas keamanan mal yang mengalami gangguan pernapasan. Ia langsung dilarikan ke RS Siloam Palembang setelah menghirup asap tebal saat proses evakuasi awal.

"Dalam peristiwa ini, ada satu petugas keamanan yang mengalami sesak napas akibat terhirup asap dan langsung dibawa ke RS Siloam untuk penanganan medis," kata Kompol Fauzi Saleh.

Petugas Damkar Bergerak Cepat, Api Tak Merembet ke Area Lain

Setelah menerima laporan dari pihak keamanan mal, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang langsung menerjunkan personel ke lokasi. Api berhasil dikendalikan dalam waktu singkat dan tidak merembet ke area pertokoan atau fasilitas umum lainnya di dalam mal.

Selain pemadaman, aparat kepolisian dari Polsek Ilir Barat I turut membantu proses evakuasi pengunjung dan mengamankan lokasi kejadian. Hingga Sabtu malam, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: relung.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top