PALEMBANG — Pertamina EP mencatatkan pencapaian baru di hulu migas Sumatera Selatan. Sumur LM-03 yang baru dioptimalkan berhasil menyumbang tambahan produksi sebesar 643 barel minyak per hari (BOPD) ke dalam sistem lifting perusahaan.
Angka ini menjadi sinyal positif bagi industri migas di provinsi yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung energi nasional. Sumur LM-03 sendiri merupakan bagian dari upaya intensifikasi pengeboran yang dilakukan Pertamina EP di wilayah kerja Sumatera Selatan.
Tambahan produksi minyak dari sumur LM-03 tidak hanya berdampak pada target nasional. Aktivitas pengeboran dan operasional sumur baru secara langsung membuka lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal, mulai dari tahap konstruksi hingga perawatan sumur.
Selain itu, keberadaan sumur aktif meningkatkan permintaan terhadap jasa penunjang seperti katering, transportasi, dan penyewaan alat berat. UMKM di sekitar lokasi sumur di Kabupaten Musi Banyuasin dan sekitarnya turut merasakan efek bergulir dari aktivitas hulu migas ini.
Pertamina EP menyebutkan bahwa peningkatan produksi ini merupakan hasil dari program workover dan optimalisasi sumur tua. Teknologi terbaru diterapkan untuk mengembalikan produktivitas sumur yang sebelumnya sempat menurun.
Proses ini melibatkan tim ahli dari Pertamina EP Regional Sumatera Bagian Selatan. Mereka melakukan evaluasi tekanan reservoir dan memasang peralatan pengangkat buatan (artificial lift) agar minyak bisa kembali mengalir ke permukaan secara optimal.
Ribuan barel tambahan per hari ini memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu penyumbang utama produksi minyak nasional. Bagi pemerintah daerah, peningkatan lifting berarti tambahan pendapatan dari bagi hasil migas yang masuk ke kas daerah.
Dana tersebut nantinya dialokasikan kembali untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan publik di kabupaten/kota penghasil migas. Masyarakat di sekitar wilayah operasi Pertamina EP juga berpotensi mendapatkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang lebih besar seiring meningkatnya aktivitas produksi.
Pertamina EP menargetkan sumur LM-03 tidak hanya stabil di angka 643 BOPD, tetapi bisa terus ditingkatkan melalui perawatan berkala. Jika berhasil, bukan tidak mungkin sumur ini menjadi salah satu andalan produksi di Sumatera Selatan dalam beberapa tahun ke depan.
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk menekan impor minyak dan meningkatkan kemandirian energi nasional. Dengan potensi cadangan yang masih besar, Sumatera Selatan diproyeksikan tetap menjadi wilayah kunci dalam peta migas Indonesia.