Bali & Beyond Travel Fair 2026 Angkat Gastronomi, Menpar: Ini Motor Baru Pariwisata Indonesia

Penulis: Rizal Hamdani  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 22:50:01 WIB
Widiyanti membuka Bali & Beyond Travel Fair 2026 dengan mengangkat tema gastronomi sebagai motor baru pariwisata Indonesia.

SUMATERA SELATAN — Gastronomi bukan lagi sekadar pelengkap dalam paket wisata. Kini, makanan dan tradisi kuliner lokal diposisikan sebagai identitas baru pariwisata Indonesia di pasar global. Hal itu ditegaskan Widiyanti saat membuka BBTF 2026, ajang tahunan yang tahun ini secara spesifik mengusung tema gastronomi.

Penghargaan Internasional dan Restoran Terbaik Asia Jadi Bukti

Pemerintah tak sekadar bicara konsep. Widiyanti menyebut pengakuan internasional sudah mulai mengalir. Indonesia baru saja meraih "The New Destination Champion Award 2026" dari La Liste di Paris, Prancis.

“Prestasi ini juga diperkuat dengan masuknya restoran lokal seperti August di Jakarta dan Locavore NXT di Bali ke dalam daftar 50 Restoran Terbaik Asia tahun ini,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).

Bali Masih Jadi Tulang Punggung, Sektor Kuliner Jadi Daya Tarik Baru

Data Kemenpar mencatat sektor pariwisata menyumbang devisa sebesar US$ 18,27 miliar pada 2025, dengan total kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta. Dari jumlah itu, Bali menyumbang 6,95 juta kunjungan atau hampir 45 persen dari total nasional.

“Angka-angka ini menunjukkan bahwa Bali tetap kuat, dipercaya, dan terus menjadi magnet utama pariwisata Indonesia,” tutur Widiyanti. Dengan penguatan gastronomi, Bali diharapkan tak hanya menjual pantai dan budaya, tapi juga pengalaman rasa yang mendalam.

BBTF 2026: Ajang Bisnis dengan 407 Buyer dari 44 Negara

BBTF 2026 diikuti 407 buyer dari 44 negara dan 286 seller dari empat negara serta 13 provinsi di Indonesia. Forum bisnis ini menghadirkan agenda business matching dan promosi destinasi prioritas. Gastronomi menjadi tema utama yang diyakini mampu membedakan Indonesia dari destinasi kompetitor di Asia Tenggara.

Widiyanti menambahkan, “Tema ini juga sejalan dengan tren global yang semakin mengarah pada authentic travel experience, culinary tourism, dan sustainable tourism.” Konsep gastronomi dinilai mampu merepresentasikan budaya, sejarah, dan tradisi daerah secara langsung melalui lidah para wisatawan.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: investortrust.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top