Pemkot Prabumulih Gelar Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Fokus Jaga Harga Jelang Momentum Kenaikan

Penulis: Ahmad Syukri  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 20:52:01 WIB
Wakil Wali Kota Prabumulih pimpin rakor lintas sektor untuk pengendalian inflasi 2026.

PRABUMULIH — Pemerintah Kota Prabumulih menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk mengendalikan inflasi daerah sepanjang 2026. Wakil Wali Kota Franky Nasril menekankan bahwa langkah antisipatif perlu diperkuat, khususnya menjelang momen-momen yang kerap mendongkrak harga kebutuhan pokok di pasaran.

Apa Langkah Pemkot Prabumulih Menekan Inflasi?

Dalam rapat yang berlangsung Senin (25/5/2026), Franky Nasril menyampaikan sejumlah strategi yang akan dijalankan. Pemerintah kota berkomitmen melakukan pemantauan harga pasar secara berkala, menjaga ketersediaan stok pangan, serta menjalankan program strategis untuk menekan laju inflasi.

“Dalam berbagai kesempatan, Pemerintah Kota Prabumulih menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan harga pasar, menjaga ketersediaan stok pangan, serta menjalankan berbagai program strategis sebagai upaya menekan laju inflasi daerah,” kata Franky Nasril dalam sambutannya.

Mengapa Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat?

Franky menambahkan, koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama agar distribusi barang tetap lancar dan daya beli masyarakat terjaga. Rakor ini diharapkan mampu menciptakan langkah-langkah yang efektif, terukur, dan tepat sasaran.

“Melalui rapat koordinasi ini diharapkan tercipta langkah-langkah yang efektif, terukur, dan tepat sasaran dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Instansi Mana Saja yang Terlibat?

Rakor tersebut dihadiri perwakilan dari berbagai instansi, antara lain Badan Pusat Statistik (BPS), Polres Prabumulih, Inspektorat, DPMPTSP, Disdikbud, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Disperindag, Bappeda, Bapenda, dan BPKAD.

Kehadiran lintas dinas ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa ditangani oleh satu sektor saja. Dari sisi produksi, distribusi, hingga daya beli masyarakat, semuanya harus berjalan selaras.

Kapan Masyarakat Bisa Merasakan Dampaknya?

Meski rakor ini bersifat perencanaan awal tahun, Franky memastikan pemantauan harga dan ketersediaan stok akan dilakukan secara intensif sepanjang 2026. Masyarakat diharapkan merasakan stabilitas harga, terutama saat hari besar keagamaan atau libur nasional yang biasanya memicu kenaikan permintaan.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: koransn.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top