Novendra Priasmoro Puncaki Klasemen JAPFA FIDE Rated 2026, Bersiap Hadapi Rival Masa Kecil di Babak Penentu

Penulis: Faisal Zuber  •  Senin, 25 Mei 2026 | 14:22:01 WIB
GM Novendra Priasmoro memimpin klasemen sementara JAPFA FIDE Rated 2026 dengan 4,5 poin.

JAKARTA — GM Novendra Priasmoro (2408) memimpin klasemen sementara dengan koleksi 4,5 poin. Ia mengalahkan Stevanky (2205) dalam pertarungan 65 langkah yang menegangkan. Hasil ini membuat Novendra sejajar di puncak bersama International Master (IM) Muhamad Lutfi Ali (2340) yang juga mengoleksi poin yang sama.

Kemenangan di babak kelima diraih dengan susah payah. "Pertandingannya alot, dia bagus mainnya. Sempat bolak-balik (posisinya) bahkan hampir remis tadi karena sisa waktu tinggal tiga menit terakhir," ujar Novendra dalam keterangan resmi PB Percasi.

Duel Puncak Melawan IM Lutfi Ali: Strategi Berbeda Dipertaruhkan

Babak keenam yang berlangsung Selasa ini menyajikan laga sengit. Novendra akan berhadapan langsung dengan IM Lutfi Ali, rival lamanya sejak kecil. Pertemuan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Novendra mempertahankan puncak klasemen.

Novendra mengakui gaya bermain Lutfi yang ulet dan sulit ditembus sangat kontras dengan dirinya. "Lutfi itu ulet, kayak susah ditembus gitu. Sementara aku kan tipikal orang yang suka main taktis," jelasnya. Ia mengevaluasi rekor pertemuannya: "Kadang kalau sudah kebanyakan 'buang' perwira atau pion, akhirnya malah kalah. Jadi untuk besok harus ekstra hati-hati dan lebih sabar."

IM Satria Duta Cahaya Mengancam, Kategori Challenger Masih Sempurna

Di bawah dua pemuncak klasemen, ancaman datang dari pecatur muda IM Satria Duta Cahaya. Duta merangkak ke posisi keempat setelah mengalahkan Gelar Sagara Dwitama (2051). Dengan raihan empat poin, ia masih berpeluang memangkas jarak di sisa empat babak. "Semoga empat babak terakhir bisa lakukan yang terbaik sih. Soalnya saya dua babak pertama ya remis. Tapi ya tiga babak terakhir untungnya bisa menang," kata Duta menargetkan performa konsisten.

Sementara itu, di kategori Challenger, persaingan tak kalah ketat. Dua pecatur, Abraham Raja Ferdinand (1847) dan Sudung Tampubolon (1967), masih belum tersentuh kekalahan hingga ronde kelima. Keduanya menduduki posisi teratas dengan poin sempurna, 5 poin.

Turnamen Inklusif: 12 Pecatur Difabel Unjuk Gigi di Papan yang Sama

Gelaran turnamen ini juga terasa spesial karena diikuti oleh 12 pecatur difabel. Mereka tidak bermain di kategori terpisah, melainkan langsung bertanding melawan peserta umum di kategori Open dan Challenger. Penempatan mereka disesuaikan dengan elo rating masing-masing atlet.

"Kehadiran atlet dengan kemampuan yang berbeda dari Para Chess merupakan sebuah apresiasi bagi JAPFA dalam penyelenggaraan kompetisi catur FIDE Rated ini," ujar VP-Head of Social Investment JAPFA R. Artsanti Alif. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata inklusivitas dalam olahraga prestasi di Indonesia.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top