SUMATERA SELATAN — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Kalimantan Selatan, Muhammad Hidayattollah atau Dayat El, menyampaikan laporan hasil penyerapan aspirasi masyarakat di Sidang Paripurna DPD RI ke-10 Masa Sidang V. Dalam forum tersebut, ia mendorong pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di daerah, khususnya di Kalimantan Selatan.
Dayat El secara spesifik menyoroti pentingnya percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar. Menurutnya, proyek ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi pengendalian banjir, tetapi juga menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Selain itu, pembangunan Bendungan Batang Alai di Hulu Sungai Tengah dinilai strategis untuk mendukung produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.
“Percepatan pembangunan infrastruktur harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Dayat El dalam sidang yang digelar pekan lalu.
Ia juga menyoroti kondisi jalan nasional di Kalimantan Selatan yang masih membutuhkan perbaikan signifikan. Konektivitas logistik dan distribusi barang, kata Dayat, menjadi terhambat akibat infrastruktur jalan yang belum memadai.
Di luar sektor infrastruktur, Dayat El mendorong penguatan industri ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Ia menilai perlindungan aset budaya daerah harus diperkuat agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. “Penguatan ekonomi kreatif bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah,” tegasnya.
Tak hanya itu, isu lingkungan juga menjadi perhatian. Dayat El mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan melalui perlindungan kawasan Hutan Meratus. Ia menggaungkan gerakan #SaveMeratus sebagai upaya menjaga keseimbangan ekologi sekaligus menopang pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
“Aspirasi masyarakat jangan hanya didengar, tetapi juga harus diperjuangkan dan diwujudkan melalui langkah nyata demi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan daerah,” pungkas anggota DPD asal Kalimantan Selatan itu.