SUMATERA SELATAN — Langkah Samsung merilis Galaxy Buddy 5 mempertegas strategi mereka dalam membawa fitur kelas atas ke segmen yang lebih terjangkau. Kehadiran OIS (Optical Image Stabilization) pada ponsel di level harga ini menjadi nilai jual utama, mengingat fitur tersebut biasanya absen pada perangkat kelas menengah bawah. Secara hierarki, ponsel ini hadir eksklusif untuk operator LG Uplus di Korea Selatan sebagai suksesor seri Buddy sebelumnya.
Samsung membekali Galaxy Buddy 5 dengan layar Super AMOLED seluas 6,7 inci. Panel ini mendukung resolusi Full HD+ dan refresh rate 90Hz, memberikan transisi visual yang lebih mulus dibandingkan layar standar 60Hz. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 800 nits, sehingga konten tetap terlihat jelas meski digunakan di bawah sinar matahari langsung.
Dapur pacunya mengandalkan chipset Exynos 1330 dengan fabrikasi 5nm yang efisien dalam penggunaan daya. Untuk mendukung aktivitas multitasking, tersedia RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB. Pengguna tidak perlu khawatir soal ketahanan fisik karena perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi IP54 yang memberikan perlindungan terhadap debu dan percikan air ringan.
Sektor kamera menjadi pembeda signifikan di kelasnya. Kamera utama 50 MP pada Galaxy Buddy 5 telah dilengkapi OIS untuk meminimalisir guncangan saat memotret atau merekam video. Fitur ini sangat membantu dalam menghasilkan foto yang tetap tajam meski dalam kondisi pencahayaan minim atau low light.
Konfigurasi kamera belakangnya juga mencakup lensa ultrawide 5 MP untuk menangkap pemandangan luas dan lensa makro 2 MP untuk objek jarak dekat. Di bagian depan, terdapat kamera swafoto 13 MP yang ditempatkan pada poni bergaya Infinity-U. Untuk urusan video, ponsel ini mampu merekam hingga kualitas 1080p pada 30fps.
Samsung memberikan komitmen pembaruan perangkat lunak yang impresif untuk Galaxy Buddy 5. Ponsel yang berjalan di atas One UI 8.0 berbasis Android 16 ini dijanjikan akan menerima update hingga lima tahun ke depan. Ini menjadikannya investasi jangka panjang yang aman bagi pengguna yang enggan sering berganti perangkat.
Kapasitas baterai 5.000 mAh menjadi standar yang dipertahankan Samsung untuk menjamin penggunaan seharian penuh. Pengisian daya dilakukan melalui port USB Type-C dengan dukungan fast charging 25W. Fitur pendukung lainnya mencakup sensor sidik jari di sisi samping (side-mounted), konektivitas NFC untuk transaksi nontunai, serta dukungan jaringan 5G sub-6GHz.
Galaxy Buddy 5 tersedia dalam tiga pilihan warna: Black, Blue, dan Grey. Di Korea Selatan, perangkat ini dibanderol seharga KRW 528.000 atau jika dikonversi berada di kisaran Rp 6,1 jutaan. Belum ada informasi resmi mengenai apakah nama "Galaxy Buddy 5" akan dibawa ke Indonesia, namun spesifikasi serupa kemungkinan besar tetap hadir melalui lini Galaxy A series.
Bagi konsumen yang melakukan trade-in atau tukar tambah, Samsung memberikan insentif berupa poin Naver Pay hingga KRW 50.000 (sekitar Rp 580 ribu) tergantung kondisi perangkat lama. Strategi ini diharapkan mampu menarik minat pengguna yang ingin beralih ke jaringan 5G dengan anggaran terbatas.
Mengapa OIS penting pada ponsel kelas menengah?
OIS atau Optical Image Stabilization adalah mekanisme fisik pada lensa yang bergerak untuk mengompensasi guncangan tangan. Pada ponsel kelas menengah seperti Galaxy Buddy 5, OIS membantu pengguna awam menghasilkan video yang lebih stabil dan foto malam hari yang tidak buram tanpa perlu menggunakan tripod.
Apakah Exynos 1330 masih mumpuni untuk tahun 2026?
Chipset dengan fabrikasi 5nm ini masih sangat relevan untuk penggunaan aplikasi harian, media sosial, dan game ringan. Efisiensi daya yang ditawarkan arsitektur 5nm membantu baterai 5.000 mAh bertahan lebih lama dibandingkan chipset generasi lama dengan fabrikasi yang lebih besar.