Lansia 69 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Ciwulan Tasikmalaya Saat Memungut Kelapa Hanyut, Tim SAR Dikerahkan

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 18:09:01 WIB
Tim SAR melakukan pencarian korban hilang terbawa arus Sungai Ciwulan, Tasikmalaya.

TASIKMALAYA — Pahroni diduga tenggelam saat tengah memungut kelapa yang hanyut di Sungai Ciwulan, sebuah aktivitas yang kerap ia lakukan untuk menambah penghasilan. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, dan hingga kini korban belum ditemukan.

Rekan Kerja Tak Mampu Menolong Karena Arus Berbahaya

Ketua Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengungkapkan bahwa rekan korban yang berada di lokasi sempat melihat Pahroni terbawa arus. Namun, saksi tidak bisa berbuat banyak karena tidak bisa berenang dan kondisi debit air sungai saat itu sedang tinggi.

“Saksi tidak dapat berenang dan kondisi debit air sungai saat itu sedang tinggi,” kata Jembar dalam keterangannya, Rabu (13/5).

Pencarian Terkendala Tingginya Debit Air Sungai

Setelah kejadian, saksi bersama warga setempat langsung melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai, namun hasilnya nihil. Mereka kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak berwenang. Tim SAR gabungan dari berbagai instansi akhirnya turun untuk melakukan pencarian lebih lanjut.

“Upaya pencarian hanya dapat dilakukan dengan penyisiran dan pemantauan di sepanjang tepian sungai karena kondisi air masih tinggi,” ujar Jembar.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan pihaknya telah memberangkatkan satu tim rescue dari Pos SAR Tasikmalaya yang dilengkapi dengan peralatan SAR air untuk mendukung proses pencarian.

“Kami mengerahkan satu tim rescue menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Tim dilengkapi dengan peralatan SAR air untuk mendukung proses pencarian korban,” kata Ade.

Kebiasaan Korban Memungut Kelapa Hanyut Jadi Petaka

Pahroni yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani di Kampung Borosole, Desa Cikalong, diketahui kerap mencari kelapa yang hanyut di sungai untuk dijual kembali. Aktivitas berisiko ini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga di kawasan tersebut, terutama saat musim hujan ketika buah kelapa banyak terbawa arus dari perkebunan di hulu.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dengan metode penyisiran di sepanjang Sungai Ciwulan. Belum ada titik terang mengenai keberadaan korban. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak memaksakan diri beraktivitas di sungai saat debit air sedang tinggi.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: krsumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top