Star Labs Systems Resmi Rilis Laptop StarFighter Mulai Rp 30 Juta

Penulis: Ahmad Syukri  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 21:46:01 WIB
Star Labs Systems resmi meluncurkan laptop Linux StarFighter dengan harga mulai Rp 30 juta.

Star Labs Systems mulai memasarkan laptop Linux StarFighter setelah melewati proses pengembangan dan penundaan selama bertahun-tahun. Perangkat berperforma tinggi ini hadir dengan opsi prosesor Intel Core Ultra serta AMD Ryzen terbaru untuk menyasar segmen pengguna profesional. Kehadirannya menjadi jawaban atas kebutuhan perangkat keras yang dirancang khusus untuk sistem operasi terbuka di pasar global.

LONDON — Star Labs Systems akhirnya membuka penjualan publik untuk laptop StarFighter setelah menyelesaikan pengiriman pesanan awal bagi para pendukungnya. Laptop ini menonjol karena menggunakan material premium dan dirancang khusus untuk menjalankan sistem operasi Linux secara optimal. Perusahaan membanderol perangkat ini dengan harga mulai dari 1.878 dolar AS atau sekitar Rp 30 juta.

Kendala Produksi dan Penundaan Bertahun-tahun

Proyek StarFighter pertama kali diumumkan pada November 2022 dengan target pengiriman awal dalam waktu tiga hingga empat bulan. Namun, tim kecil yang berbasis di lokasi berjarak 30 mil dari London ini menghadapi berbagai kendala manufaktur yang memicu rangkaian penundaan. Masalah pada fasilitas produksi kontrak sempat membuat jadwal pengiriman mundur hingga beberapa kali dari estimasi semula.

Setelah sempat berganti mitra manufaktur dan kembali ke pemasok orisinal, Star Labs Systems baru bisa memenuhi komitmen pengiriman pada awal tahun ini. Penundaan yang mencapai lebih dari satu tahun tersebut sempat menimbulkan keraguan di kalangan komunitas pengguna perangkat keras Linux. Kini, setelah seluruh pesanan awal terpenuhi, StarFighter tersedia bagi pembeli umum melalui situs resmi perusahaan.

Spesifikasi Kelas Atas dengan Layar 165Hz

Laptop ini hadir dengan layar 16 inci yang memiliki refresh rate tinggi untuk menjamin visual yang halus. Star Labs Systems menyediakan beberapa konfigurasi perangkat keras yang dapat dipilih sesuai kebutuhan beban kerja pengguna.

  • Varian standar menggunakan Intel Core Ultra 5 125H, RAM 32GB LPDDR5x, dan layar QHD matte 165Hz seharga $1.878 (sekitar Rp 30 juta).
  • Varian tertinggi dibekali Intel Core Ultra 9 285H atau AMD Ryzen 7 8845HS dengan RAM 64GB LPDDR5x seharga $2.843 (sekitar Rp 45,4 juta).
  • Varian performa tinggi menggunakan layar 4K matte dengan refresh rate 120Hz untuk akurasi visual lebih tajam.

Meskipun memiliki spesifikasi tinggi, pengguna perlu memperhatikan bahwa memori RAM pada StarFighter menggunakan sistem solder yang tidak dapat ditingkatkan. Namun, perusahaan tetap memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk melakukan upgrade pada modul penyimpanan SSD jika membutuhkan ruang lebih besar di kemudian hari.

Persaingan di Pasar Laptop Linux

Peluncuran StarFighter memperketat persaingan di pasar laptop yang fokus pada ekosistem open-source. Perangkat ini akan bersaing langsung dengan produk dari manufaktur lain seperti Framework, Tuxedo Computers, dan Slimbook yang sudah lebih dulu eksis.

Industri teknologi saat ini dinilai semakin membutuhkan perangkat yang dibangun khusus untuk Linux. Hal ini tidak lepas dari pengaruh industri gaming dan platform Steam yang terus mendorong lebih banyak pengguna untuk beralih ke sistem operasi berbasis terbuka tersebut. StarFighter hadir sebagai opsi bagi pengguna yang menginginkan integrasi perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih stabil dibandingkan laptop konvensional.

Reporter: Ahmad Syukri
Back to top