Haun Ventures resmi mengumumkan perolehan pendanaan baru senilai 1 miliar dolar AS atau setara Rp 16 triliun untuk mendukung ekosistem kripto dan…
Katie Haun, salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia modal ventura kripto, kembali menggebrak pasar. Melalui firma Haun Ventures, ia mengumumkan pengumpulan dana (fundraising) sebesar 1 miliar dolar AS pada Senin waktu setempat. Dana jumbo ini akan disuntikkan ke berbagai startup berbasis blockchain yang tengah berkembang di seluruh dunia.
Haun Ventures tidak hanya menyasar proyek kripto konvensional. Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa modal ini akan didistribusikan ke startup tahap awal (early stage) dan tahap lanjut (later stage). Fokus utamanya mencakup sektor aset alternatif seperti emas dan komoditas, layanan keuangan digital, serta konsep agentic economy yang kini sedang naik daun.
Strategi tersebut mencerminkan visi Haun untuk membangun infrastruktur keuangan masa depan yang lebih terdesentralisasi. Perusahaan berencana menyalurkan modal tersebut secara bertahap dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Langkah ini dinilai strategis mengingat dinamika industri kripto yang mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi pasca periode volatilitas tinggi.
Katie Haun memiliki reputasi panjang di Silicon Valley. Ia meninggalkan raksasa Andreessen Horowitz (a16z) pada akhir 2021 sebelum akhirnya mendirikan firmanya sendiri pada 2022. Sejak saat itu, Haun Ventures tumbuh pesat dengan total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) yang kini diperkirakan melampaui 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 32 triliun.
Portofolio investasinya saat ini sudah mencakup beberapa nama besar di industri teknologi. PitchBook mencatat Haun Ventures telah menanamkan modal di beberapa perusahaan strategis, antara lain:
Keberhasilan penggalangan dana ini membawa angin segar bagi industri teknologi finansial global. Di tengah ketatnya likuiditas pasar modal ventura, komitmen investor untuk menyetor dana sebesar 1 miliar dolar AS membuktikan bahwa potensi jangka panjang teknologi blockchain tetap menjanjikan. Sektor ini tetap menjadi magnet bagi modal ventura yang mencari imbal hasil tinggi dari inovasi perangkat lunak.
Bagi pasar Asia, termasuk Indonesia, langkah Haun Ventures ini patut dicermati. Meskipun fokus investasinya bersifat global, aliran modal sebesar ini biasanya memicu tren investasi serupa di kawasan berkembang. Startup lokal yang bergerak di bidang layanan keuangan berbasis blockchain atau tokenisasi aset komoditas berpeluang mendapatkan limpahan perhatian dari investor global seiring meningkatnya optimisme di sektor ini.