BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di 15 Wilayah Sumsel Hari Ini

Penulis: Redaksi  •  Senin, 04 Mei 2026 | 20:34:01 WIB

PALEMBANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang mengancam 15 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, Senin (4/5). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat serta angin kencang berdurasi singkat diprediksi terjadi merata di hampir seluruh wilayah Sumsel.

Peningkatan intensitas hujan ini terpantau mulai menunjukkan tren kenaikan sejak pagi hari dengan kondisi awan yang menebal. BMKG mencatat peluang cuaca ekstrem ini dapat berlangsung hingga malam hari, mencakup wilayah perkotaan, dataran rendah, hingga kawasan dataran tinggi.

Daftar 15 Wilayah Terdampak Hujan Lebat dan Petir

Wilayah yang masuk dalam zona waspada meliputi Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), dan Ogan Ilir (OI). Selain itu, potensi serupa mengancam Prabumulih, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), serta wilayah OKU Raya yang mencakup OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan.

Kabupaten lain seperti Lahat, Empat Lawang, Musi Rawas (Mura), Musi Rawas Utara (Muratara), dan Ogan Komering Ilir (OKI) juga masuk dalam daftar pantauan. Memasuki siang dan sore hari, konsentrasi hujan diprediksi meningkat tajam terutama di wilayah Muba, Mura, Muara Enim, hingga kawasan OKU Raya.

Pada malam hari, cakupan cuaca ekstrem diperkirakan meluas ke beberapa titik kunci. Wilayah seperti Banyuasin, Palembang, Muba, Mura, dan Muratara diprediksi masih akan menghadapi guyuran hujan lebat hingga menjelang tengah malam.

Kondisi Cuaca di Dataran Tinggi dan Perairan Timur

Untuk wilayah dataran tinggi seperti Pagar Alam dan Lahat, BMKG memprakirakan intensitas hujan akan turun lebih konsisten dibandingkan daerah lainnya. Suhu udara di wilayah Sumsel secara umum berada pada kisaran 15 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 61 hingga 100 persen.

Kecepatan angin terpantau bergerak di kisaran 7 hingga 16 kilometer per jam. Meski tergolong menengah, kecepatan angin ini tetap perlu diwaspadai karena berpotensi meningkat drastis saat terjadi awan kumulonimbus yang memicu badai singkat.

BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat diminta tidak meremehkan perubahan awan yang terjadi secara mendadak, terutama saat berada di area terbuka atau sedang dalam perjalanan.

Imbauan Keselamatan bagi Pengguna Transportasi dan Nelayan

BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi petir dan pohon tumbang. Pengguna transportasi darat diminta waspada terhadap jarak pandang yang berkurang drastis saat hujan lebat melanda lintasan utama di Sumsel.

Peringatan khusus juga ditujukan bagi para nelayan dan penyedia jasa transportasi laut di perairan timur Sumsel. Perubahan cuaca yang cepat di wilayah perairan dapat memicu gelombang tinggi dan angin kencang yang membahayakan keselamatan pelayaran.

Masyarakat disarankan terus memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi di website bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau akun media sosial resmi @infocuacasumsel. Langkah antisipasi dini sangat diperlukan mengingat dinamika cuaca di wilayah Sumatera Selatan yang kerap berubah dalam waktu singkat.

Reporter: Redaksi
Back to top