Palembang — Festival Musikalisasi Puisi 2026 berlangsung meriah di Aula Gedung Guru PGRI Sumatera Selatan dengan menghadirkan peserta dari 9 kabupaten/kota: Palembang, Prabumulih, OKU, Muara Enim, Musi Rawas, OKI, OKUT, Banyuasin, dan Lubuk Linggau. Kehadiran 21 grup menunjukkan antusiasme tinggi pelajar Sumatera Selatan dalam festival yang menjadi pintu awal menuju panggung nasional.
Ketua Panitia Dr. Hetilaniar, M.Pd., menjelaskan visi festival ini melampaui sekadar ajang hiburan. "Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan minat terhadap puisi, tetapi juga mengembangkan kreativitas peserta dalam menginterpretasikan karya sastra melalui musik, serta mempererat kolaborasi antara dunia pendidikan dan kebahasaan," ujarnya.
Program ini dilaksanakan tanpa memungut biaya, mencerminkan komitmen UPGRIP membuka akses seluas-luasnya bagi pelajar untuk berkarya dan berprestasi. Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Assoc. Prof. Dr. Achmad Wahidy, M.Pd., menekankan bahwa musikalisasi puisi merupakan pendekatan pembelajaran kreatif yang menghubungkan teks sastra dengan ekspresi seni pertunjukan.
Peserta dinilai berdasarkan lima komponen: penafsiran puisi (30 persen), komposisi (30 persen), keselarasan (20 persen), vokal (10 persen), dan penampilan (10 persen). Dewan juri terdiri dari Ahmad Rafani Igama, Muhammad Indra Aziz, dan Hetilaniar, memastikan penilaian profesional dan objektif terhadap setiap penampilan.
Penghargaan terbagi menjadi enam kategori juara, dengan juara pertama berhak mewakili Sumatera Selatan ke kompetisi nasional. Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi talenta terbaik sekaligus memberikan kesempatan pengembangan lebih lanjut bagi para pemenang.
Dekan FKIP UPGRIP Assoc. Prof. Dr. Misdalina, M.Pd., menegaskan bahwa festival ini adalah bagian dari strategi jangka panjang kampus dalam membina potensi pelajar. "UPGRIP hadir tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mengembangkan kreativitas, karakter, dan daya saing generasi muda. Kegiatan seperti ini akan terus kami hadirkan secara berkelanjutan," ungkapnya.
Wakil Rektor I UPGRIP Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd., yang mewakili Rektor Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., dalam pembukaan resmi menekankan bahwa festival bukan sekadar lomba, melainkan ruang lahir talenta muda yang kreatif dan kompetitif. "Kami ingin pelajar Sumatera Selatan memiliki panggung untuk berkembang hingga tingkat nasional," tegasnya.
Kehadiran Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili Ketua Bidang Pembinaan Srividia Vika, M.Pd., menunjukkan dukungan institusi kebahasaan terhadap inisiatif ini. Kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi dan balai bahasa menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan literasi dan apresiasi sastra di tingkat pendidikan menengah.
Festival ini menjadi model pembelajaran kreatif yang mengintegrasikan seni pertunjukan dengan pemahaman mendalam terhadap karya sastra, membuka paradigma baru bagi siswa dalam menghayati puisi sebagai karya hidup yang dapat dikomunikasikan melalui berbagai medium artistik.