Enam Siswa SMAN 4 Lahat Terima Apresiasi di Apel Senin Pagi, dari Medali Emas Bahasa Inggris hingga Karya Video Edukasi

Penulis: Ahmad Syukri  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 10:02:31 WIB
Enam siswa SMAN 4 Lahat menerima apresiasi pada apel Senin pagi atas berbagai prestasi yang diraih.

LAHAT — Enam nama disebut sebagai bagian dari catatan prestasi sekolah pada apel Senin pagi: Syavia Almira Anindita, Chilla Bintang Cantika, Cleopatra Aura Yulindra, M. Akmal Alvaro, Mazaya Quinsha Malikha, dan Citra Utami. Mereka menempuh jalur kompetisi yang tidak sama, dari olimpiade akademik hingga ajang karya video.

Syavia meraih medali emas bidang Bahasa Inggris. Chilla memperoleh medali perak pada bidang Ekonomi. Cleopatra mendapatkan kategori terfavorit dalam ajang Putri Inspirasi Nusantara, sementara Akmal, Mazaya, dan Citra memperoleh predikat karya terfavorit dalam Lomba Video Edukasi.

Syavia Almira Anindita: Medali Emas dari Brawijaya Student Competition

Syavia Almira Anindita, siswi kelas XI.P4, meraih Gold Medalist dalam ajang Brawijaya Student Competition pada bidang studi Bahasa Inggris. Capaian itu menjadi penanda kompetensinya di ruang kompetisi antarpelajar.

Belajar bahasa asing menuntut lapisan keterampilan yang tidak instan: penguasaan kosakata, pemahaman bacaan, ketepatan tata bahasa, hingga kemampuan menangkap maksud sebuah teks. Setiap materi menjadi pijakan untuk memahami materi berikutnya.

Bahasa Inggris punya posisi strategis dalam pendidikan modern. Bahasa ini menjadi salah satu pintu mengakses pengetahuan, berkomunikasi lintas budaya, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin terbuka.

Karena itu, medali emas Syavia bukan sekadar catatan individual. Prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk memandang pelajaran bahasa asing sebagai keterampilan yang membuka lebih banyak kesempatan di masa depan, bukan sekadar kewajiban akademik.

Chilla Bintang Cantika: Medali Perak Ekonomi di Kompetisi Pelajar Berprestasi Nasional

Dari kelas XI.P8, Chilla Bintang Cantika meraih medali perak dalam Kompetisi Pelajar Berprestasi Nasional pada bidang studi Ekonomi. Bidang ini dekat dengan kehidupan sehari-hari: kebutuhan, pilihan, sumber daya, produksi, distribusi, konsumsi, hingga persoalan yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Mempelajari ekonomi berarti belajar melihat persoalan secara lebih terstruktur. Sebuah masalah tidak hanya dipahami dari permukaannya, tetapi juga melalui hubungan antara penyebab, pilihan, dan kemungkinan konsekuensinya. Kemampuan seperti ini menuntut ketelitian, pemahaman konsep, dan kebiasaan menimbang informasi secara rasional.

Medali perak memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan seorang pelajar: hasil yang layak dihargai sekaligus ruang refleksi untuk terus memperluas pengetahuan. Berkompetisi juga memberi pengalaman berbeda dari pembelajaran rutin di kelas — pelajar berkesempatan menguji pemahamannya, mengenali kekuatan diri, dan memperoleh perspektif baru atas bidang yang dipelajarinya.

Cleopatra Aura Yulindra: Kategori Terfavorit di Ajang Putri Inspirasi Nusantara

Cleopatra Aura Yulindra mendapatkan kategori terfavorit dalam ajang Putri Inspirasi Nusantara. Penghargaan ini menambah keberagaman capaian siswa SMAN 4 Lahat, yang tidak hanya diukur dari kompetisi akademik.

Ajang semacam ini memberi ruang bagi pelajar untuk menampilkan potensi di luar jalur olimpiade mata pelajaran. Pengakuan publik atas penampilan dan gagasan menjadi bagian dari proses pembentukan kepercayaan diri.

Akmal, Mazaya, dan Citra: Karya Terfavorit di Lomba Video Edukasi

Tiga siswa lain — M. Akmal Alvaro, Mazaya Quinsha Malikha, dan Citra Utami — memperoleh predikat karya terfavorit dalam Lomba Video Edukasi. Penghargaan ini menempatkan gagasan yang dirangkai menjadi karya sebagai bagian dari prestasi sekolah.

Video edukasi menuntut siswa menyusun pesan yang jelas, memilih cara penyampaian yang tepat, dan merangkainya menjadi tontonan yang bisa dipahami penonton. Keterampilan semacam ini berbeda dari hafalan di kelas, tetapi tetap bertumpu pada pemahaman materi.

Bagi SMAN 4 Lahat, capaian Akmal, Mazaya, dan Citra memperlihatkan bahwa prestasi dapat lahir dari jalur yang tidak selalu berpusat pada ujian. Karya yang dibuat siswa menjadi cara lain menyampaikan pengetahuan kepada teman sebaya.

Pesan di Balik Enam Capaian

Di balik enam capaian tersebut, terbentang satu pesan bagi dunia pendidikan: setiap peserta didik memiliki kemungkinan tumbuh menjadi pribadi berprestasi apabila potensi, kesempatan, dan kemauan untuk berkembang mendapatkan ruang yang memadai.

Keenam siswa datang dari kelas yang berbeda, menekuni bidang yang beragam, dan memperoleh penghargaan melalui kompetisi dengan karakter yang tidak sama. Keragaman itu sendiri menjadi catatan tersendiri bagi sekolah yang merayakan prestasi di apel Senin pagi.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: kliksumatera.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top