PALEMBANG — Prakiraan BMKG yang dimuat di laman resmi bmkg.go.id menempatkan Palembang sebagai satu-satunya wilayah di Sumsel yang berpotensi hujan intensitas ringan. Warga ibu kota provinsi diminta menyiapkan payung atau jas hujan untuk aktivitas luar ruang.
Di luar Palembang, kondisi atmosfer Sumsel belum menunjukkan perubahan berarti. Udara kabur masih muncul di sejumlah titik, berdampingan dengan cuaca cerah dan berawan sepanjang hari.
Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) diprakirakan cerah dengan rentang suhu 26–37 derajat Celsius. Kelembapan udara bergerak antara 33 hingga 84 persen.
Selisih suhu maksimum dan minimum yang lebar membuat udara siang terasa menyengat, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada jam 11.00–15.00.
Di Ogan Komering Ilir (OKI), BMKG memprakirakan udara kabur dengan suhu 25–36 derajat Celsius. Kelembapan di wilayah ini lebih tinggi, mencapai 44–93 persen.
Kombinasi udara kabur dan kelembapan tinggi bisa menurunkan jarak pandang, terutama pagi hari. Pengendara yang melintasi jalur lintas timur Sumsel disarankan berhati-hati.
Udara kabur dalam istilah BMKG merujuk pada kondisi atmosfer dengan partikel halus yang mengurangi kejernihan pandangan, bukan selalu asap pekat. Fenomena ini kerap muncul di musim kemarau saat kelembapan rendah dan angin lemah.
Bagi warga dengan riwayat gangguan pernapasan, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Masker tetap layak dipakai saat beraktivitas di luar ruang, khususnya di wilayah dengan kelembapan ekstrem seperti OKI.
Dari seluruh wilayah yang diprakirakan BMKG, Palembang menjadi daerah dengan peluang hujan paling nyata pada Jumat ini. Intensitasnya ringan, tetapi cukup untuk menurunkan suhu udara kota yang biasanya panas pada Oktober.
Prakiraan ini bersifat harian dan bisa berubah mengikuti dinamika atmosfer. Warga Sumsel dianjurkan memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG sebelum merencanakan perjalanan lintas kabupaten.