Spotify Akhiri Kuartal III dengan 306 Juta Pelanggan Premium

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:32:31 WIB
Spotify mencatat 306 juta pelanggan premium berbayar per akhir September 2025.

SUMATERA SELATAN — Spotify menutup kuartal ketiga dengan 306 juta pelanggan premium berbayar per akhir September, naik dari 300 juta pada akhir Juni dan melampaui proyeksi perusahaan sendiri di angka 305 juta. Pendapatan raksasa streaming audio itu tumbuh 16 persen menjadi 5,0 miliar euro atau sekitar 5,6 miliar dolar AS, sejalan dengan perkiraan pasar. Laba operasional kuartal ini mencapai 672 juta euro, sedikit di atas panduan manajemen sebesar 670 juta euro.

Kenaikan basis pelanggan premium berbayar Spotify menjadi 306 juta itu datang bersama pertumbuhan pengguna aktif bulanan atau MAU yang menyentuh 788 juta, naik dari 777 juta pada kuartal sebelumnya. Angka MAU tersebut sesuai dengan ramalan perusahaan, meski Spotify sebelumnya sudah memberi sinyal pertumbuhan akan melambat karena penyesuaian produk di sejumlah negara berkembang.

Di sisi pendapatan, pertumbuhan 16 persen secara nominal setara 14 persen pada basis kurs konstan. Laba operasional 672 juta euro tercatat naik 15 persen, kendati beban operasional perusahaan ikut membengkak 26 persen.

Belanja Pemasaran dan AI Ikut Mengerek Biaya

Lonjakan beban operasional itu disebut Spotify terutama dipicu kenaikan belanja pemasaran, ditambah pengeluaran untuk komputasi awan dan kecerdasan artifisial guna menopang inisiatif pertumbuhan. Meski begitu, margin bruto dan laba operasional tetap datang di atas ekspektasi manajemen.

Profitabilitas menjadi sorotan investor sejak Spotify menaikkan harga langganan dan memangkas biaya di sejumlah lini. Saham perusahaan sempat naik lebih dari 3 persen pada sesi pra-pasar setelah rilis laporan kuartal ini.

Alex Norström: Kami Melakukan Apa yang Kami Janjikan

Co-CEO Spotify Alex Norström menyebut kuartal ini sebagai pembuktian atas janji perusahaan kepada pasar.

"Ini adalah kuartal di mana kami melakukan apa yang kami katakan. Kami telah membangun bisnis yang kuat dan terus bertumbuh, kami berinvestasi ketika melihat jalur pertumbuhan, biaya kami mulai moderat, dan masih ada ruang lebih jauh di depan," ujar Norström.

Ia menambahkan bahwa platformnya tidak hanya unggul dalam hal keterlibatan pengguna, tetapi juga menampung penggemar musik, podcast, dan buku yang paling aktif di dunia. Menurut Norström, setiap kali Spotify memperluas konten yang tersedia, pendengar baru berdatangan dan pengguna lama mendapat alasan untuk kembali hampir setiap hari.

Gustav Söderström dan Taruhan pada Era Agen AI

Co-CEO Gustav Söderström menyoroti posisi Spotify di tengah gelombang agen kecerdasan artifisial. Menurutnya, Spotify berada di salah satu dari sedikit kategori yang justru berpeluang tumbuh di era agen AI.

"Spotify berada di salah satu dari sedikit kategori yang benar-benar berpeluang tumbuh di era agentic. Alasannya, agen unggul dalam menggantikan dan mengurus hal-hal yang orang enggan kerjakan. Orang senang menyingkirkan pekerjaan rumah. Tapi hiburan adalah kebalikannya. Tidak ada yang meminta agen untuk 'merangkum sebuah lagu' untuk mereka. Inti dari menyingkirkan pekerjaan rumah itu adalah membebaskan lebih banyak waktu untuk hal-hal yang benar-benar Anda nikmati," kata Söderström.

Pandangan itu menjelaskan strategi Spotify memperluas konten di luar musik, dari podcast hingga buku audio, sebagai cara menahan pengguna lebih lama di platform. Bagi pasar Indonesia, langganan premium Spotify tetap menjadi salah satu segmen yang tumbuh, seiring makin banyaknya pengguna yang beralih dari akun gratis ke paket berbayar.

Target Kuartal IV: 316 Juta Pelanggan Premium

Untuk kuartal keempat, Spotify memproyeksikan 316 juta pelanggan premium dan 818 juta MAU. Perusahaan juga membidik laba operasional 820 juta euro dengan pendapatan 5,2 miliar euro.

Angka-angka itu menempatkan Spotify pada jalur pertumbuhan yang stabil, meski tekanan biaya dari belanja AI dan pemasaran tetap perlu dicermati investor. Laporan kuartal ini sekaligus menegaskan posisi Spotify sebagai pemimpin pasar streaming audio global, dengan skala pengguna yang jauh melampaui para pesaingnya.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: hollywoodreporter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top