PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang menggelar Audit Plan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 Tahun 2026 untuk memastikan setiap proses bisnis berjalan sesuai standar. Audit internal menyasar seluruh lini, mulai dari top management, proses bisnis unit kerja di kantor, operasional dan pelayanan di stasiun, hingga penerapan standar di lapangan. Hasil audit menjadi dasar tindakan korektif dan evaluasi efektivitas perbaikan berkelanjutan.
PALEMBANG — Manager Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti menyatakan audit digelar untuk mengidentifikasi ruang perbaikan yang berdampak langsung pada kualitas layanan kepada pelanggan. Evaluasi menyeluruh dari hulu ke hilir dilakukan agar standar yang ditetapkan tidak hanya terpenuhi secara administratif, tetapi juga diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.
Menurut Aida, kebutuhan dan harapan pelanggan menjadi bagian dari proses perbaikan. Peningkatan mutu tidak berorientasi pada proses internal perusahaan semata, tetapi juga menyangkut pengalaman pelanggan saat menggunakan layanan kereta api.
Manfaat Audit Harus Dirasakan Pelanggan
Aida menegaskan hasil audit pada akhirnya harus sampai ke pengguna jasa. "Manfaat audit ini pada akhirnya harus dirasakan oleh pelanggan. Ketika proses kerja dievaluasi secara berkala dan setiap potensi ketidaksesuaian ditindaklanjuti, perusahaan dapat semakin konsisten menjaga kualitas pelayanan, keandalan operasional, serta memberikan respons yang lebih baik terhadap kebutuhan dan kendala pelanggan," katanya.
Penerapan Sistem Manajemen Mutu melalui audit ISO 9001:2015 memberi sejumlah manfaat bagi pelanggan. Layanan menjadi lebih konsisten karena mengacu pada standar dan prosedur yang jelas.
Keandalan operasional juga terjaga melalui evaluasi berkala terhadap proses dan potensi risiko. Setiap permasalahan ditangani lebih sistematis karena setiap ketidaksesuaian dicatat, dianalisis, dan ditindaklanjuti.
Antisipasi Kesalahan hingga Pengelolaan Risiko Operasional
Proses yang lebih tertata dan terukur memungkinkan potensi kesalahan diantisipasi lebih awal. Aida menyebut risiko operasional dapat dikelola lebih baik sehingga proses pelayanan terus disempurnakan.
"Dengan proses yang lebih tertata dan terukur, potensi kesalahan dapat diantisipasi lebih awal, risiko operasional dapat dikelola, serta proses pelayanan dapat terus disempurnakan," jelasnya.
Audit internal ISO 9001:2015 tidak berhenti pada ditemukannya suatu temuan. Setiap hasil audit menjadi dasar untuk melakukan tindakan korektif, evaluasi efektivitas, dan perbaikan berkelanjutan.
Budaya Mutu di Seluruh Lini Kerja
Aida menekankan pentingnya budaya mutu yang hidup di seluruh lini kerja KAI Divre III Palembang. Setiap proses yang diperbaiki harus memberi nilai tambah bagi pelanggan.
"Kami ingin memastikan bahwa budaya mutu benar-benar hidup di seluruh lini. Setiap proses yang diperbaiki harus memberikan nilai tambah bagi pelanggan," ujarnya.
Pelaksanaan audit sekaligus mendukung prinsip perbaikan berkelanjutan atau continual improvement melalui pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA). Siklus perencanaan, pelaksanaan, pemeriksaan, dan tindakan perbaikan berkesinambungan dijalankan untuk menyempurnakan proses bisnis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
"ISO 9001:2015 tidak hanya menjadi standar dalam pengelolaan proses bisnis, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja KAI untuk memastikan setiap proses yang dilakukan di belakang layar memberikan dampak positif terhadap pengalaman pelanggan di garis depan," kata Aida.