BMKG Imbau Warga Sumsel Kurangi Aktivitas Luar Ruangan, Udara Kabur Selimuti Seluruh Wilayah pada 21 Oktober 2026

Penulis: Rizal Hamdani  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:01:31 WIB
Kondisi udara kabur diprediksi menyelimuti hampir seluruh wilayah Sumatera Selatan pada 21 Oktober 2026.

PALEMBANG — Kondisi udara kabur diprediksi terjadi hampir merata di kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. BMKG merinci sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami gangguan jarak pandang, di antaranya Kabupaten OKU dan Kabupaten OKI.

Di OKU, suhu udara diperkirakan berkisar 25–37 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 32–80 persen. Sementara di OKI, suhu berada di rentang 25–37 derajat Celsius dengan kelembapan 34–94 persen.

Mengapa Udara Kabur Perlu Diwaspadai Warga Sumsel

Udara kabur bukan sekadar soal pandangan yang terhalang. Kondisi ini bisa mengganggu pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit paru.

BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Bagi yang harus tetap beraktivitas, masker menjadi perlengkapan wajib.

Wilayah Mana Saja yang Terdampak?

Prakiraan BMKG menyebut potensi udara kabur mencakup seluruh wilayah Sumsel. Dua daerah yang dirinci dalam laporan resmi adalah OKU dan OKI, masing-masing dengan rentang suhu dan kelembapan berbeda.

Kelembapan di OKI yang mencapai 94 persen menandakan kandungan uap air cukup tinggi. Kondisi ini bisa memperparah kaburnya pandangan, khususnya pada pagi hari.

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan

  • Kurangi kegiatan di luar ruangan, terutama yang tidak mendesak.
  • Gunakan masker saat harus bepergian.
  • Pantau pembaruan prakiraan cuaca melalui laman resmi bmkg.go.id.
  • Perhatikan kondisi tubuh, terutama bagi warga dengan gangguan pernapasan.

Warga Sumsel yang hendak beraktivitas di luar rumah sebaiknya mengecek prakiraan cuaca terkini. Informasi resmi BMKG menjadi acuan paling akurat untuk mengantisipasi perubahan kondisi udara.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top