Bahlil Minta Pemilik Mobil Mewah Berhenti Isi Pertalite, Regulasi Masih Dikaji

Penulis: Rizal Hamdani  •  Sabtu, 19 September 2026 | 12:48:01 WIB

SUMATERA SELATAN — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta pemilik mobil mewah berhenti mengisi BBM subsidi jenis Pertalite, menyusul gelombang peralihan konsumen pasca kenaikan harga Pertamax. Imbauan ini disampaikan Bahlil di tengah belum adanya regulasi resmi yang membatasi peralihan konsumsi bahan bakar bersubsidi. Pemerintah masih menimbang penerbitan aturan khusus, sementara saat ini hanya imbauan moral yang bisa diterapkan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia angkat bicara soal fenomena peralihan konsumsi bahan bakar minyak nonsubsidi ke subsidi. Imbauan itu disampaikan Bahlil merespons banyaknya pemilik kendaraan yang beralih ke Pertalite setelah harga Pertamax naik.

Bahlil menyoroti khusus pemilik mobil kelas atas yang ikut mengisi BBM bersubsidi. Menurutnya, kelompok mampu seharusnya tidak mengambil jatah bahan bakar yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Imbauan untuk Pemilik Mobil Kelas Atas

Dalam pernyataannya, Bahlil meminta pemilik mobil mewah seperti BMW dan kendaraan kelas tinggi lainnya untuk tidak menggunakan BBM subsidi. Dia menekankan pentingnya kesadaran sosial dari kelompok mampu.

"Persoalan shifting, dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, mohonlah kita pakai hati juga," ujar Bahlil, dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (19/9).

Bahlil menegaskan BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerimanya. Dia meminta kelompok mampu tidak mengambil hak tersebut.

"Janganlah kita pakai BBM subsidi. Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran," tambahnya.

Regulasi Pembatasan BBM Subsidi Masih Dikaji

Soal rencana penerbitan regulasi khusus untuk membatasi peralihan konsumsi BBM, Bahlil mengaku masih mempertimbangkannya. Menurutnya, penyusunan aturan membutuhkan proses yang tidak singkat.

"Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomong ini dulu, kalau regulasi itu kan butuh proses. Tapi imbauan ini penting," ungkapnya.

Hingga saat ini, belum ada aturan resmi yang melarang pemilik mobil mewah mengisi Pertalite. Pemerintah masih mengandalkan imbauan moral sembari mengkaji opsi regulasi yang lebih tegas.

Bahlil Klaim Tak Pernah Pakai BBM Subsidi

Bahlil juga menyinggung kebiasaan pribadinya terkait konsumsi bahan bakar. Dia mengaku tidak pernah membeli dan menggunakan BBM subsidi.

"Kalau contoh kayak saya, masa sih saya pakai BBM subsidi. BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, mbok pakai hatilah," tuturnya.

Dia kembali menegaskan bahwa hak masyarakat berpenghasilan rendah atas BBM subsidi harus dijaga. Kelompok mampu diminta tidak ikut mengambil bagian tersebut.

"Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka, jangan yang mampu yang mengambilnya," kata Bahlil menambahkan.

Dampak ke Pasar BBM Nasional

Peralihan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi membebani anggaran subsidi energi. Semakin banyak konsumen nonsubsidi yang beralih, semakin besar volume BBM bersubsidi yang harus disalurkan.

Pemerintah belum mengumumkan tenggat kapan regulasi pembatasan BBM subsidi akan terbit. Konsumen diharapkan menunggu kebijakan resmi sebelum mengubah pola konsumsi bahan bakar kendaraan masing-masing.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top