SUMATERA SELATAN — Uji ini bermula dari penemuan sebuah Fitbit Flex lama di rumah yang ternyata masih menyimpan daya setelah bertahun-tahun disimpan. Penulis Tom's Guide, Jeff Parsons, memutuskan memakai kedua pelacak itu berdampingan di pergelangan tangan yang sama selama sehari semalam untuk membandingkan akurasi langkah dan tidur di antara keduanya.
Hasilnya cukup mengejutkan untuk perangkat yang usianya terpaut lebih dari satu dekade. Pada Rabu, 9 September 2026, Fitbit Air mencatat 9.093 langkah sementara Fitbit Flex 9.285 langkah. Untuk tidur, Air mencatat 6 jam 22 menit dengan skor 83, sedangkan Flex 6 jam 13 menit tanpa skor sama sekali.
Fitbit Flex meluncur 2013 dengan harga USD 99 (GBP 79), dan Fitbit Air 2026 dijual dengan harga persis sama, USD 99 (GBP 84). Selama 13 tahun, yang berubah bukan cuma angka di struk, tapi seluruh isi perangkatnya.
Pengguna Flex zaman dulu wajib mengetuk perangkat dengan kuat untuk masuk mode tidur. Parsons mengaku sering melewatkan pencatatan tidur karena lupa mengetuk sebelum kepala menyentuh bantal. Air menyelesaikan masalah ini sepenuhnya dengan pelacakan tidur dan workout otomatis.
Satu hal yang masih disukai dari Flex adalah deretan LED berkedip yang memberi gambaran progres langkah harian. Air sepenuhnya tanpa layar, dan menurut Parsons ini bukan berarti bebas dari masalah. Untuk melihat capaian target, pengguna tetap harus mengeluarkan ponsel — yang ironisnya justru membuka jalan masuk ke rabbit hole screen time kalau tidak hati-hati.
Di balik semua peningkatan, Air tetap punya keterbatasan yang wajib diketahui calon pembeli. Tidak ada GPS onboard maupun altimeter, jadi kalau ingin lari atau bersepeda dengan data lokasi dan elevasi, ponsel harus dibawa.
Pelacakan workout otomatis juga punya syarat: aktivitas baru tercatat kalau dilakukan minimal 15 menit berturut-turut. Untuk mendapatkan insight kesehatan personal berbasis AI secara penuh, pengguna harus berlangganan Google Health Premium.
Port charging-nya masih proprietary, jadi tidak bisa pakai kabel USB-C generik — meski Parsons mencatat ini konsekuensi dari kebutuhan waterproofing. Strap Flex miliknya bahkan patah saat hendak berjabat tangan, pengingat bahwa karet berumur 13 tahun memang rapuh.
Parsons menyimpulkan Air bukan perangkat untuk atlet serius yang sedang mengejar target spesifik. Untuk kebutuhan itu, Garmin atau Apple Watch lebih tepat. Tapi bagi pengguna yang ingin memantau aktivitas tanpa gangguan layar menyala terus-menerus, Air sulit dikalahkan di kelasnya.
Selama 13 tahun, Google berhasil menjejalkan sensor detak jantung, oksigen darah, suhu kulit, sampai AI coach ke dalam perangkat dengan harga yang sama seperti pendahulunya. Itu peningkatan nilai yang nyata, bukan sekadar klaim pemasaran.